Distributor Agen Jual Aneka Mesin Alat Peralatan Bahan Baku Memproduksi Mengolah Menyimpan Mengemas Menyajikan Makanan Minuman untuk Dapur Kuliner untuk Cafe Hotel Restoran Pastry Bakery Food and Beverage. Distributor Agen Jual Aneka Mesin dan Bahan Baku Ice Cream Es Krim Gelato Frozen Yoghurt. Pusat Pelatihan dan Pengembangan Entrepreneurship Kewirausahaan Peluang Usaha Bisnis UKM. Tips Resep Cara Memasak Membuat Jajanan Masakan Makanan Minuman Kue Roti Cake.

Showing posts with label ice cream. Show all posts
Showing posts with label ice cream. Show all posts

Agen Jual Mesin Ice Cream Es Krim

Mesin Es Krim Ice Cream. Agen Distributor Jual Aneka Mesin Ice Cream / Es Krim, Aneka Bahan Baku, Konsultasi Pelatihan, dan Jasa Service Reparasi Aneka Mesin Es Krim

Anda kepingin membuka Bisnis Frozen Yoghurt atau Soft Ice Cream, atau Ice Cream Cone atau Anda telah memulai bisnis ini, tetapi tidak tahu dimana tempat membeli mesin hard ice cream, mesin soft ice cream, mesin frozen yoghurt, bubuk ice cream atau dimana beli powder ice cream kesulitan mencari pemasok atau agen Powder Ice cream yang menyediakan Bahan Bakunya secara lengkap dari Powder Ice cream , Powder Frozen Yoghurt, Cone ice cream, Topping Ice cream, Kami Wiratama Food and Beverage atau yang dikenal dengan Restomesin sebagai Agen Ice cream dan menyediakan Aneka Mesin Ice Cream / Es Krim, Aneka Bahan Baku, Konsultasi Pelatihan, dan Jasa Service Reparasi Aneka Mesin Es Krim dari mulai :

Ready stock :
Mesin Ice Cream
Mesin Frozen Yogurt
Mesin Hard Ice Cream
Mesin Ice Cream Goreng

Jasa Service Reparasi Perbaikan Perawatan Aneka Mesin Es Krim ; - dengan Tenaga Ahli Yang telah Berpengalaman -, Mesin Hard Es Krim, Mesin Soft Ice Cream, Mesin Gelato, Mesin Frozen Yoghurt, termasuk Penggantian segala Spare Part Suku Cadang nya dari segala Merk terkenal made in Amerika, USA, Italy, Denmark, Eropa, Jepang, Korea, China, Taiwan, Thailand, Asia.

Aneka Konsultasi dan Pelatihan Proses Bisnis Es Krim, beserta semua Produk Turunannya sampai bisa (khusus bagi pembeli mesin kami).


Ready stock.....:
- Aneka Paper Cups for hot/cold motif Plain, Generic or Customized Grand new !!
- Powder Venezia Italian Ice Cream rasa Plain Grand new !!
- Powder Venezia Italian Sorbet rasa Plain Grand new !!
- Powder Venezia Italian Gelato rasa Plain Grand new !! 
- Pasta Flavor Fragrance Essence Sorbet Gelato Italian Ice Cream Aromitalia Aneka Varian Rasa Grand new !!
- Powder Ice Cream rasa Coklat ( soft )
- Powder Ice Cream rasa Vanilla ( soft )
- Powder Ice Cream rasa Strawberry ( soft )
- Powder Ice Cream rasa Durian ( soft )
- Powder Ice Cream rasa Coca Cola ( soft ) New !!
- Powder Ice Cream rasa Caramel ( soft ) New !!
- Powder Ice Cream rasa Lychee ( soft ) New !!
- Powder Ice Cream rasa Sweet Corn ( soft ) New !!
- Powder Ice Cream rasa Melon ( soft ) 
- Powder Ice Cream rasa Markisa ( soft )
- Powder Ice Cream rasa Matcha/ Green Tea ( soft ) New !!
- Powder Ice Cream rasa Orange ( soft ) New !!

- Powder Ice Cream rasa Moccachinno ( soft ) 
- Powder Ice Cream rasa Blueberry ( soft ) 
- Powder Ice Cream rasa Kacang Hijau ( soft ) New !!
- Powder Ice Cream rasa Taro ( soft ) New !!
- Powder Ice Cream rasa Kopyor ( soft ) New !!
- Powder Ice Cream rasa Mangga ( soft ) New !!
- Powder Ice Cream rasa Mint ( soft ) New !!
- Powder Ice Cream rasa Yoghurt ( soft ) New !!
- Powder Frozen Yoghurt rasa Plain
- Powder Frozen Yoghurt  rasa Strawberry

- Cone Ice Cream yang Gurih dan renyah Seperti di KFC
- Cone Ice Cream  Yang gurih, manis dan renyah seperti Ice Cream Cornetto
- Wafel Ice Cream Yang gurih, manis dan renyah seperti di KFC

- Topping Ice Cream rasa Coklat ( refill 1 kg )
- Topping Ice Cream rasa Strawberry ( refill 1 kg )
- Topping Ice Cream rasa Blueberry ( refill 1 kg )
- Topping Ice Cream rasa Caramel ( refill 1 kg )
- Topping Ice Cream rasa Moca ( refill 1 kg )
- Topping Ice Cream rasa Mangga Chunk ( refill 1 kg )
- Topping Ice Cream rasa Kiwi ( refill 1 kg )
- Topping Ice Cream rasa Bubble Gum ( refill 1 kg )
- Topping Ice Cream Chocco Magic ( refill 1 kg )

- Susu Non Fat
- Powder Hard Ice Cream rasa Plain (tanpa rasa dan warna)
- Powder Hard Ice Cream rasa Coklat
- Powder Hard Ice Cream rasa Vanilla
- Powder Hard Ice Cream rasa Strawberry
- Powder Hard Ice Cream rasa Durian
- Powder Hard Ice Cream rasa Capucino 
- Powder Hard Ice Cream rasa Tiramisu 
- Powder Hard Ice Cream rasa Kacang Hijau New !!
- Powder Hard Ice Cream rasa Mocca  
- Powder Hard Ice Cream rasa Melon  New !!
- Powder Hard Ice Cream rasa Blueberry New !!
- Powder Hard Ice Cream rasa Orange  New !! 
- Powder Hard Ice Cream rasa Kopyor  New !! 
- Powder Hard Ice Cream rasa Mangga New !! 
- Powder Hard Ice Cream rasa Matcha/Green Tea New !!
- Powder Hard Ice Cream rasa Taro New !!
- Powder Hard Ice Cream rasa Yoghurt Plain New !!
 
- Stabilizer Emulsifier Mix Ice Cream
- Stabilizer Emulsifier Mix Frozen Yoghurt
- Yoghurt Fresh rasa Plain ( Yoghurt Murni )


Pelanggan kami tersebar mulai dari Ujung Barat Sumatra sampai ke Irian Jaya. Pengiriman peket bisa melalui Express Udara ataupun Reguler Darat/Laut. Anda tinggal telpon, email, atau sms, dan Transfer, kemudian kami akan mengurusi pengirimannya lewat kurir kami, atau Anda bisa datang ke tempat kami di Restomesin ...
ingat hanya .........  di  www.mesinresto.com bukan mesinresto yang lain.

Kami restomesin yang sesungguhnya siap melayani anda dalam 7 hari / minggu walaupun pada hari dan jam kerja maupun hari dan jam libur

-------
Digg Technorati Delicious StumbleUpon Reddit BlinkList Furl Mixx Facebook Google Bookmark Yahoo
ma.gnolia squidoo newsvine live netscape tailrank mister-wong blogmarks slashdot spurl

Majalah Pastry N Bakery ; Liputan ke Hi-Win Mesin Resto Kuliner

Majalah Pastry n Bakery. Pastry n Bakery. Majalah Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry n Bakery.

Terima kasih sebesar-besarnya kepada Seluruh Keluarga Besar Majalah Pastry n Bakery yang telah berkenan melakukan liputan ke dapur sarang kami ; MESINRESTO RESTOMESIN - http://www.mesinresto.com/ - Hiwin Resto , dan juga telah menerbitkannya dalam Majalah Pastry n Bakery Edisi April  2011 Vol. II. No.23/15 Maret - 15 April 2011 dengan tema "All About Ice Cream, Bisnis Es Krim Untuk Pemula".

Semoga Majalah Pastry n Bakery tambah sukses dalam mengemban misi dan visi  mulia  untuk "memenuhi kebutuhan informasi bagi Anda, komunitas peminat dan pelaku usaha Pastry n Bakery di Indonesia, juga dalam rangka memperkaya pengetahuan dan memberi inspirasi untuk tumbuh dan berkembangnya komunitas dalam bidang Pastry n Bakery ini". Bagi kami MESINRESTO RESTOMESIN - http://www.mesinresto.com/ - Hiwin Resto semoga juga dapat memperoleh berkah dan hikmah dari peliputan tersebut.

Majalah Pastry n Bakery. Pastry n Bakery. Majalah Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry n Bakery.

Berikut ini hasil liputannya dalam Majalah Pastry n Bakery Edisi April  2011 Vol. II. No.23/15 Maret - 15 April 2011 dengan tema "All About Ice Cream, Bisnis Es Krim Untuk Pemula" :

Majalah Pastry n Bakery. Pastry n Bakery. Majalah Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry n Bakery.


Majalah Pastry n Bakery. Pastry n Bakery. Majalah Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry n Bakery.


Majalah Pastry n Bakery. Pastry n Bakery. Majalah Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry n Bakery.


Majalah Pastry n Bakery. Pastry n Bakery. Majalah Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry n Bakery.

Dengan peliputan ini, berarti Majalah Pastry n Bakery sebagai Lembaga Penerbit kepercayaan publik telah turut memverifikasi kejelasan keberadaan kami sebagai Distributor Agen Penjual Semua Kebutuhan Ice Cream, dan semoga peliputan ini dapat semakin memacu kami untuk aktif turut serta dalam menumbuh kembangkan iklim kewirausahaan di Indonesia, Amin Allahumma Amin.

Majalah Pastry n Bakery. Pastry n Bakery. Majalah Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry & Bakery. Majalah Bulanan Pastry n Bakery.

-------
Digg Technorati Delicious StumbleUpon Reddit BlinkList Furl Mixx Facebook Google Bookmark Yahoo
ma.gnolia squidoo newsvine live netscape tailrank mister-wong blogmarks slashdot spurl

Tabloid Info Business Opportunity ; Liputan ke Wiratama Food and Bevarage

Terima kasih sebesar-besarnya kepada Seluruh Keluarga Besar Tabloid Info Business Opportunity yang telah berkenan melakukan liputan ke dapur sarang kami ; MESINRESTO RESTOMESIN - http://www.mesinresto.com/ - Hiwin Resto , dan juga telah menerbitkannya dalam Tabloid Info Business Opportunity Edisi III / II / 15 Maret 2011 - 15 April 2011 dengan tema "Panduan Berbisnis Es Krim Terlengkap".

Semoga Tabloid Info Business Opportunity tambah sukses dalam mengemban misi dan visi  mulia  untuk mendorong tumbuh subur berkembangnya para Entrepreneur dan Calon Entrepreneur di Indonesia, dan kami MESINRESTO RESTOMESIN - http://www.mesinresto.com/ - Hiwin Resto semoga dapat memperoleh berkah dan hikmah dari peliputan tersebut.

Berikut ini hasil liputannya dalam Tabloid Info Business Opportunity Edisi III / II / 15 Maret 2011 - 15 April 2011 "Panduan Berbisnis Es Krim Terlengkap" :

Dengan peliputan ini, berarti Tabloid Info Business Opportunity sebagai Lembaga Penerbit kepercayaan publik telah turut memverifikasi kejelasan keberadaan kami sebagai Distributor Agen Penjual Semua Kebutuhan Bisnis Es Krim, dan semoga peliputan ini dapat semakin memacu kami untuk aktif turut serta dalam menumbuh kembangkan iklim kewirausahaan di Indonesia, Amin Allahumma Amin.

--------
Digg Technorati Delicious StumbleUpon Reddit BlinkList Furl Mixx Facebook Google Bookmark Yahoo
ma.gnolia squidoo newsvine live netscape tailrank mister-wong blogmarks slashdot spurl

Ice Cream dan Ancaman dari Para Istri Hamil kepada Para Suaminya

Apakah Es Krim / Ice Cream Itu ?

Merupakan kelompok hidangan beku yang memiliki tekstur semi padat. Berdasarkan komposisinya, es krim digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu ekonomis, good average, dan deluxe. Nah, es krim komersial yang biasanya Anda beli pada umumnya berjenis ekonomi.


Mutu es krim biasanya ditentukan oleh bahan bakunya yang bermutu tinggi serta proses pembuatannya yang higienis. Komposisi gizi per 100 gram es krim yang menonjol adalah energi (207 kkal), protein (4,0 g), dan lemak (12,5 g).

Manfaatnya Bagi Tubuh

Di dalam bahan dasar es krim, yaitu susu terdapat lebih dari 100.000 jenis molekul. Selain air dan lemak, molekul-molekul tersebut mencakup protein, karbohidrat, mineral, enzim-enzim, gas, serta vitamin A. C dan D. Selain itu juga susu mengandung beberapa komponen bioaktif berupa protein susu, laktosa, asam-asam lemak dan mineral, terutama kalsium. Itu sebabnya produk-produk turunan susu, termasuk es krim juga memiliki kontribusi yang tinggi bagi kesehatan tubuh.

Salah satu komponen dari golongan karbohidrat yang terdapat pada es krim adalah laktosa. Laktosa, selain dapat menambah cita rasa ternyata juga dapat mempertahankan palatabilitas (rasa enak) pada es krim. Sedangkan fungsi asam lemak dan asam linoleat pada es krim adalah untuk meningkatkan aktivitas antipatogenik, antibakteri, dan antiviral. Kandungan kalsium pada es krim bermanfaat untuk menjaga kepadatan massa tulang, pencegahan osteoporosis, kanker, serta hipertensi.

Meningkatkan Peluang Kehamilan

Wanita yang berusaha untuk hamil dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya konsepsi dalam rahimnya dengan mengkonsumsi es krim atau segelas susu berlemak setiap hari. Sebuah penelitian di Harvard School of Public Health, Boston menunjukkan bahwa wanita yang ingin hamil sebaiknya menghindari produk susu yang rendah lemak, karena hal itu justru berkaitan dengan non-ovulasi.

Reuters Health juga menyatakan bahwa jika seseorang menghendaki kehamilan, maka ada baiknya untuk mengkonsumsi satu atau dua porsi makanan dari produk susu berlemak, namun tanpa meningkatkan asupan kalori total dan mempertahankan asupan lemak jenuh yang rendah.

Selama delapan tahun penelitian, penilaian dilakukan terhadap diet yang dilakukan oleh 18.555 wanita yang telah menikah, tidak memiliki riwayat infertilitas, dan sedang berusaha untuk hamil.
Selama masa penelitian tersebut, sebanyak 2.165 wanita menjalani pemeriksaan medis mengenai infertilitas dan 438 diantaranya diketahui mengalami infertilitas karena kurangnya ovulasi atau an-ovulasi.


Para peneliti menemukan bahwa para wanita yang mengonsumsi sekurangnya satu porsi makanan dari produk susu tinggi lemak setiap hari dapat menurunkan risiko infertilitas terkait ovulasi sebanyak 27% dibandingkan wanita yang mengonsumsi makanan sejenis dalam jumlah lebih sedikit per minggunya. Hal sebaliknya juga berlaku pada makanan dari susu berlemak tinggi, khususnya susu murni.


Kini dianjurkan agar wanita yang ingin hamil sebaiknya mengganti konsumsi makanan dari susu rendah lemak, seperti susu skim dan yogurt dengan makanan dari susu berlemak tinggi seperti susu murni dan es krim, namun tetap mempertahankan asupan kalori yang normal dan membatasi asupan lemak jenuh untuk mempertahankan kesehatan tubuhnya. Dianjurkan juga agar setelah seorang wanita berhasil hamil, ia sebaiknya kembali mengonsumsi makanan dari susu rendah lemak.

Saat Kehamilan

Dengan memperhatikan manfaat "Ice Cream Bagi Tubuh" yang telah diuaraikan di Sub Judul di atas, maka para bunda nggak perlu khawatir karena pada dasarnya juga tidak ada pantangan 100% makanan untuk ibu hamil kecuali alkohol.


Bahwa ibu hamil tidak boleh makan es atau minuman dingin, itu hanya mitos. Minum es boleh saja, yang tidak boleh itu terlalu banyak mengkonsumsi gula (karbohidrat sederhana). Nah, mungkin mitos itu berkembang karena dulu, minuman dingin itu diidentikkan dengan sirup yang isinya cuma gula, dan memang, mengkonsumsi gula secara berlebihan bisa menyebabkan bayi besar. Jadi, kalo cuma es atau minuman dingin dari kulkas, boleh-boleh aja, bu. Makan ice cream sekali sehari juga tidak apa-apa, kan tidak berlebihan.



Tapi juga perlu diingat konsumsi ice cream juga tidak boleh sembarangan, tetap ada batasannya karena bagaimanapun juga segala sesuatu yang berlebih dampaknya juga kurang baik. Salah seorang pakar gizi menyarankan untuk konsumsi ice cream pada ibu hamil cukup 2-3 cangkir per minggu.

Ancaman dari Para Istri Hamil kepada Para Suaminya

Memperhatikan semua uraian di atas, maka tentunya bagi para istri yang ingin hamil atau sedang hamil, meningkatkan konsumsi ice cream adalah suatu yang sangat disarankan, tentunya dalam batas kewajaran. Apalagi bagi para ibu hamil yang sedang kepingin banget (ngidam) akan ice cream, bila para suami tidak membelikan ice cream maka si suami akan menerima akibatnya. Mungkin ada ungkapan yang sangat cocok mewakili keinginan para istri hamil akan perhatian dari para suaminya dengan mengungkapan perasaan cinta kasihnya melalui ice cream.


Ungkapan tersebut adalah sebagai berikut ; "I LOVE YOU SO MUCH, THAT IF I WERE PREGNANT AND I ASKED YOU TO PICK UP ICE CREAM ON YOUR WAY HOME AND YOU FORGOT, I WOULD PROBABLY NOT DIVORCE YOU. PROBABLY".


Sumber :
http://www.conectique.com/tips_solution/diet_nutrition/nutrition/article.php?article_id=5849
http://ahlitips.blogspot.com/2010/12/es-krim-untuk-cepat-hamil.html
http://www.momsmiracle.com/content/view/80/85/
Digg Technorati Delicious StumbleUpon Reddit BlinkList Furl Mixx Facebook Google Bookmark Yahoo
ma.gnolia squidoo newsvine live netscape tailrank mister-wong blogmarks slashdot spurl

Ice Cream dan Para President Amerika Serikat

Referensi tentang Ice Cream menyebutkan Ice Cream yang sebenarnya dibawa dari Cina ke Eropa oleh King Tang of Shang, yang pada 618-97 SM menemukan metode pembuatan ramuan es dan susu. Dengan berjalannya waktu, resep ice cream atau es krim berkembang menjadi hidangan mewah yang mampu disantap oleh kaum-kaum fashionable Italia dan keluarga Kerajaan Prancis.

Adalah Marcopolo yang dipercaya membawa resep sederhana ice cream ke daratan Eropa dan Amerika. Sejumlah legenda Amerika pun disebut-sebut pernah menghidangkan es krim untuk tamu-tamunya: George Washington, Thomas Jefferson dan Dolly Madison, juga Gubernur Bladen of Maryland pada 1700. Pada 1774, seorang warga London yang biasa menyelenggarakan pesta, Phillip Lenzi, mengiklankan ramuan es krim-nya di surat kabar New York.

Hidangan Ice Cream memang memiliki cita rasa yang sangat mewah dan menyehatkan, oleh karenanya makanan ini banyak disukai oleh para bangsawan dan para petinggi dunia di manapun. Pada Perkembangannya hidangan ice cream ini telah menjadi hidangan yang sangat disukai oleh semua kalangan, tidak mengenal lagi status sosial, tidak mengenal gender dan usia.

Khusus di Amerika, hidangan ice cream sudah sangat merakyat. Tetapi bagi kalangan para presiden, hidangan ice cream ini tetap menjadi favorit yang tidak tergantikan. Sejak dari Presiden Pertama Amerika Serikat George Washington sampai Presiden Amerika Serikat saat ini Barack Obama, semuanya adalah pecinta ice cream.

Bagi para Presiden Amerika Serikat, menikmati hidangan Ice Cream adalah saat yang paling menyenangkan, karena pada saat tersebut mereka dapat melepaskan semua kepenatan pikiran atas semua persoalan percaturan politik dunia.
 

Memang ice cream saat ini telah menjadi hidangan yang berselera tinggi yang merasuk ke semua relung hati masyarakat dunia, termasuk Anda dan kami. Maka tepatlah apabila ungkapan berikut ini mewakili perasaan kita semua ; "I scream ! You Scream ! We all scream for Ice Cream !".
Digg Technorati Delicious StumbleUpon Reddit BlinkList Furl Mixx Facebook Google Bookmark Yahoo
ma.gnolia squidoo newsvine live netscape tailrank mister-wong blogmarks slashdot spurl

FROZEN DESSERT

A. PENDAHULUAN

Menurut komposisinya makanan penutup dingin dapat dibagi dalam beberapa kelompok. Kelompok ini mencakup es krim, water ice/sherbet, dan frozen confection product misalnya ice parfait. Penyiapan makanan penutup dinging dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
1. Dengan mencampur semua bahan utama, kemudian dimasukkan kedalam cetakan lalu didinginkan.
2. semua bahan utama disiapkan atau dimasak, masukkan kedalam mesin es krim, kocok sampai menjadi krim dan simpan dilemari pendingin. Pada bab ini yang lebih mendalam dibahas adalah es krim, karena es krim merupakan makanan penutup dingin yang paling banyak dikonsumsi. Shorbet dan parfait juga akan disinggung pada bagian akhir bab ini.

B. ES KRIM

Makanan penutup dingin dalam hal ini es krim adalah makanan yang mengandung lemak, protein, karbohidrat, vitamin, dan mineralmineral lain yang berguna. Menurut SNI es krim adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung es krim atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa bahan makanan lain yang diizinkan. Es krim terdiri dari 62 – 68% air, 32 – 38% bahan padat, dan udara.
Es krim buah dan sorbet yang bahannya jus buah dapat dipergunakan untuk keperluan diet. Makanan penutup dingin sangat menarik perhatian bila dibuat dan disajikan dengan baik dan benar. Es krim merupakan produk yang kaya kalsium dan protein. Hal ini dapat dipahami karena bahan baku utamanya adalah susu. Kalsium dan protein adalah zat gizi yang dibutuhkan segala usia. Oleh sebab itu, es krim dapat dinikmati semua usia. Hanya saja perlu dicermati kandungan zat gizi lain yang terkandung dalam es krim seperti karbohidrat dan lemak.
Dua zat gizi tersebut perlu dibatasi konsumsinya. Bagi penggemar es krim yang sedang diet, pilihlah es krim dengan kandungan lemak dan gula rendah.

1. Macam-Macam Es Krim

Es krim dapat dibedakan berdasarkan komposisi dan kandungannya. Komponen terpenting dari es krim adalah lemak susu dan susu skim. Es krim dapat dikelompokkan dalam tiga kategori yakni ekonomis atau standar, good average atau premium, dan deluxe atau super premium. Perbedaan ketiga jenis tersebut berdasarkan kandungan lemak dan komponen lainnya (lihat Tabel 19.1). Selain itu es krim juga bisa dibedakan berdasar komposisinya. Ada es krim yang disebut milk ice, sherbet dan water ice. Milk ice atau es susu adalah produk yang memiliki lemak dalam jumlah rendah atau sekitar empat persen. Sherbet memiliki kandungan lemak sekitar dua persen. Es krim jenis water ice tak menggunakan lemak susu dan susu skrim melainkan hanya menggunakan jus buah dan gula serta ditambahkan penstabil. Beberapa formula es krim dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

2. Bahan Pembuat Es Krim

Es krim merupakan produk beku yang dibuat terutama dari susu atau produk susu. Syarat dari es krim jenis ini adalah:

• Mengandung lemak susu minimum 10%. Jika digunakan flavor (buah, kacang, coklat) maka kadar lemak produk minimum 8%.
• Mengandung padatan susu minimum 20%. Jika digunakan flavor maka kadar padatan susu produk minimum 16%.
• Stabilizer maksimum 0.5%.
• Mengandung minimum 1.6 lb total padatan per gallon produk atau berat produk minimum 4.5 lb per gallon.
 
Bahan-bahan yang umum digunakan untuk membuat es krim yaitu :
 
a. Susu cair atau susu bubuk
Bahan ini digunakan sebagai sumber padatan susu yaitu protein, laktosa dan lemak. Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai sumber padatan susu antara lain : susu segar (full cream), susu skim, susu bubuk full cream, atau susu bubuk skim. Yang sering digunakan untuk membuat es krim adalah susu bubuk bukan lemak yaitu susu skim (terutama protein dan laktosa). Penggunaan susu skim memberikan keuntungan karena:
1) Dapat diketahui dengan pasti komposisi bahan yang digunakan tanpa melakukan analisis yang lama. Dengan demikian dapat dihitung kebutuhan bahan dengan mudah sesuai dengan formula yang akan digunakan (untuk mencukupi total padatan susu.)
2) Harga susu bubuk skim lebih murah dibandingkan susu bubuk full cream. Jika digunakan susu bubuk skim maka kebutuhan lemak akan disuplai dari bahan lain misalnya krim atau butter oil. Padatan susu berfungsi membentuk "body" atau tekstur es krim disamping menimbulkan rasa Tepung whey merupakan salah satu alternatif yang digunakan untuk mengurangi penggunaan susu skim. Tentunya pertimbangan ini akan berdampak pada biaya. Penggunaan tepung whey juga dibatasi oleh kandungan mineral serta kandungan laktosanya. Tingginya kandungan mineral dan laktosa mengakibatkan produk akan terasa lebih asin. Sedangkan kandungan laktosa yang tinggi akan meninggalkan kesan berpasir ketika dikonsumsi.
 
b. Lemak susu
Biasanya digunakan krim yang berkadar lemak sekitar 20-50% atau butter oil. Krim atau butter oil yang digunakan harus diketahui dengan pasti kadar lemaknya agar dapat dihitung jumlah bahan yang dibutuhkan untuk mencukupi kadar lemak yang dikehendaki sesuai dengan formula. Fungsi lemak untuk memberi tekstur halus, berkontribusi dengan rasa serta memberi efek sinergis pada tambahan flavor yang digunakan.
Disamping itu, penggunakan lemak akan memperindah penampakan. Saat ini, lemak yang berasal dari susu dapat digantikan dengan lemak yang berasal dari tanaman misalnya dari kelapa, palawija atau pun lemak yang diperoleh dari kedelai.

c. Gula
Gula yang sering digunakan untuk membuat es krim adalah gula pasir (sukrosa), HFS (high fructose Syrup) atau kombinasi keduanya.
Gula berfungsi memberikan rasa manis disamping juga turut membentuk body/kekentalan atau tesktur. Banyaknya gula yang digunakan sekitar 15%.
 
d. Stabiliser
Stabilizer digunakan dengan tujuan untuk memperoleh tekstur es krim yang halus yaitu menjaga air di dalam es krim agar tidak membeku benar dan mengurangi kristalisasi es/kristal es yang besar/kasar. Stabiliser yang sering digunakan dalam pembuatan es krim dan frozen dessert lainnya adalah CMC (carboxymethyl cellulose), gelatin, alginat, karagenan, gum arab, dan pektin. Penggunaan stabiliser dalam pembuatan es krim sekitar 0.5%.
 
e. Emulsifier
Emulsifier digunakan untuk memperbaiki tekstur es krim yang merupakan campuran air dan lemak. Dengan emulsifier adonan es krim yang merupakan sistem emulsi minyak dalam air dapat diperbaiki stabilitasnya. Emulsifier yang sering digunakan dalam pembuatan es krim antara lain lesitin (dalam kuning telur) dan monogliserida. Pengguanan emulsifier sekitar 0.1%.
 
f. Pemberi rasa
Rasa pada es krim merupakan kombinasi antara cita rasa dan bau, yang diciptakan untuk memenuhi selera konsumen, sehingga produsen menggunakan perasa (flavor) ditambahkan untuk memperoleh citarasa tertentu. Flavor yang sering digunakan dalam pembuatan es krim antara lain : vanilla, coklat, moca, buah-buahan, dan kacang. Vanila dan coklat dapat langsung ditambahkan dalam adonan es krim.
 
g. Pewarna
Penambahan pewarna dalam pembuatan es krim adalah untuk memperoleh warna tertentu. Pewarna yang ditambahkan harus "food grade". Es krim yang paling banyak digunakan adalah es krim vanilla, coklat, moka, arbei dan es krim buah. Susu dapat dimasak tersendiri, tetapi untuk mendapatkan rasa/selera yang lebih enak dapat dilakukan dengan cara memasak semua bahan secara bersama sampai campuran tersebut mulai mengental dan selanjutnya didinginkan. Hindari perebusan yang berlebihan, karena akan menyebabkan telur bergumpal (matang) jika menggunakan telur.

3. Proses Pembuatan Es Krim

Es krim dapat dibuat dengan tangan/manual dan mesin di rumah tangga. Lima negara yang paling tinggi konsumsi es krim didunia yaitu :
America, New Zealand, Denmark, Australia, Belgium/Luxembourg. Es krim dapat dibuat dengan 3 cara pengolahan yaitu pengolahan dingin, pengolahan panas dan pengolahan gabungan.
 
a. Pengolahan Dingin
Cocok untuk pembuatan es krim sari buah, karena kadar keasaman buah menghambat perkembang biakan kuman, sehingga pemanasan menjadi tidak begitu diperlukan. Bahan yang dipergunakan haruslah bahan yang bebas kuman seperti penggunaan air adalah air mineral atau air yang telah dimasak. Saat pengolahan campuran bahan harus segera dibekukan, jangan menyimpan es krim pada suhu ruang, atau refrigerator.
Buah yang dipakai daging buah atau jus buah. Untuk menambah rasa dapat ditambahkan pasta buah. Pada pembuatan es krim ini harus selalu digunakan alat pengukur gula, karena hasil akhir campuran harus berukuran 18o Be
 
b. Pengolahan Panas
Campuran dasar harus diolah dengan penggunaan panas (pasteurisasi), contoh campuran dasar pada pengolahan panas yaitu susu segar, produk dari susu dan mentega, dan telur. Proses Pasteurisasi tergantung suhu dan waktu, makin rendah suhu pasteurisasi makin lama waktunya (Tabel 11.2). Setelah proses pasteurisasi harus diusahakan agar campuran dasar es krim segera didinginkan hingga 4oC. Campuran dasar es krim ini hanya boleh tersimpan selama 72 jam pada saat sebelum proses pembekuan karena kalau tidak kuman dapat berkembang biak kembali. Penambahan rasa dapat dilakukan saat atau setelah proses pembekuan seperti potongan buah, kismis, cokelat dan lain-lain.

c. Pengolahan Gabungan
Pengolahan ini merupakan gabungan dari pengolahan dingin dan pengolahan panas. Pengolahan ini dilakukan bila sebagian bahan dasar tidak bebas kuman. Hanya bahan tersebut yang dipanaskan. Bahan lainnya dapat dimasukkan tanpa proses pemanasan. Penanganan selanjutnya sama dengan pada pengolahan dingin.

Secara umum pembuatan es krim meliputi persiapan bahan, pencampuran, pasteurisasi untuk pengolahan panas dan pengolahan campuran, homogenisasi, pendinginan, pengisian, serta pengemasan. Untuk mendapatkan produk es krim yang sempurna maka setiap langkah proses harus dilakukan dengan benar dan cermat. Pasteurisasi berguna untuk membunuh bakteri patogen. Homogenisasi berfungsi untuk meningkatkan kekentalan adonan juga agar besar globula lemak seragam dengan tujuan memberikan tekstur yang lembut.
 
Pendinginan berfungsi untuk menghentikan pemanasan berlanjut. Kemudian adonan es krim dialirkan ke bagian pengisian untuk dibentuk sesuai kebutuhan dan dikemas agar lebih menggugah selera.
 
Pembuatan es krim sebenarnya sederhana saja, yakni mencampurkan bahan-bahan dan kemudian mendinginkannya. Air murni pada tekanan 1 atmosfer akan membeku pada suhu 0°C. Namun, bila ke dalam air dilarutkan zat lain, titik beku air akan menurun. Jadi, untuk membekukan adonan es krim pun memerlukan suhu di bawah 0°C. Misalkan adonan es krim dimasukkan dalam wadah logam, kemudian di ruang antara ember kayu dan wadah logam dimasukkan es. Awalnya, suhu es itu akan kurang dari 0°C (coba cek hal ini dengan mengukur suhu es yang keluar dari lemari pendingin). Namun, permukaan es yang berkontak langsung dengan udara akan segera naik suhunya mencapai 0°C dan sebagiannya akan mencair. Suhu campuran es dan air tadi akan tetap 0°C selama esnya belum semuanya mencair. Seperti disebut di atas, jelas campuran es krim tidak membeku pada suhu 0°C akibat sifat koligatif penurunan titik beku.
 
Bila ditaburkan sedikit garam ke campuran es dan air tadi, kita mendapatkan hal yang berbeda. Air lelehan es dengan segera akan melarutkan garam yang kita taburkan. Dengan demikian, kristal es akan terapung di larutan garam. Karena larutan garam akan mempunyai titik beku yang lebih rendah dari 0°C, es akan turun suhunya sampai titik beku air garam tercapai. Dengan kata lain, campuran es krim tadi dikelilingi oleh larutan garam yang temperaturnya lebih rendah dari 0°C sehingga adonan es krim itu akan dapat membeku. Kalau campuran itu hanya dibiarkan saja mendingin tidak akan dihasilkan es krim, melainkan gumpalan padat dan rapat berisi kristalkristal es yang tidak akan enak kalau dimakan. Bila diinginkan es krim yang enak di mulut, selama proses pembekuan tadi adonan harus diguncang-guncang atau dikocok . Pengocokan atau pengadukan campuran selama proses pembekuan merupakan kunci dalam pembuatan es krim yang baik.
 
Proses pengguncangan ini bertujuan ganda. Pertama, untuk mengecilkan ukuran kristal es yang terbentuk; semakin kecil ukuran kristal esnya, semakin lembut es krim yang terbentuk. Kedua, dengan proses ini akan terjadi pencampuran udara ke dalam adonan es krim.

Gelembung-gelembung udara yang tercampur ke dalam adonan inilah yang menghasilkan busa yang seragam (homogen). Metode sederhana pengadukan dan pendinginan secara serempak ini ternyata menimbulkan masalah lain. Krim pada dasarnya terdiri atas globula kecil lemak yang tersuspensi dalam air. Globula-globula ini tidak saling bergabung sebab masing-masing dikelilingi membran protein yang menarik air, dan airnya membuat masing-masing globula tetap menjauh. Pengadukan akan merusak membran protein yang membuat
globula lemak tadi kemudian dapat saling mendekat. Akibatnya, krim akan naik ke permukaan. Hal seperti ini diinginkan bila yang akan dibuat adalah mentega atau minyak, tetapi jelas tidak diinginkan bila yang akan dibuat es krim.

Penyelesaian sederhananya adalah dengan menambahkan emulsifier pada campuran. Molekul emulsifier akan menggantikan membran protein, satu ujung molekulnya akan melarut di air, sedangkan ujung satunya akan melarut di lemak. Lecitin, molekul yang terdapat dalam kuning telur, adalah contoh emulsifier sederhana. Oleh karena itu, salah satu bahan pembuat es krim adalah kuning telur. Selain itu, dapat digunakan mono- atau di-gliserida atau polisorbat yang dapat mendispersikan globula lemak dengan lebih efektif.
Over run adalah jumlah udara yang terkandung di dalam es krim. Over run merupakan selisih volume es krim dengan adonan es krim. Adonan es krim adalah semua bahan es krim yang telah dicampur tetapi belum dimasukan udara ke dalamnya.

Pada proses pembuatan es krim dilakukan pasteurisasi dan homogenisasi dengan tujuan untuk mengurangi ukuran globula-globula yang terbentuk sehingga akan memperluas bidang sentuh antara zatzat yang terdisfersi dengan emulsifier, produk yang dihasilkan tampak halus. Setelah di homogenisasi campuran es krim pada tekanan antara 2000-4000 psi, campuran didinginkan sampai suhu 4.4oC dipertahankan selama 4-24 jam dengan tujuan untuk membuat tekstur halus berkilat dan kekentalannya bertambah. Setelah pendinginan, adonan es krim dibekukan dalam dua tahap. Tahap pertama pembekuan dalam freezer bertujuan untuk mempercepat penurunan suhu, sehingga terbentuk kristal es yang halus dan membantu proses "overrun".

Dalam tahap ini sebagian air akan dibekukan dan sebagian lagi dibekukan di dalam "hardening room". Campuran yang dihasilkan akan berbentuk semi padat dan berpori-pori. Campuran dibekukan kembali di dalam "hardening room" dengan suhu 0-25oF es krim yang dihasilkan akan berbentuk lebih padat dengan kristal-kristal es yang lebih halus.
Beda stabilizer akan beda es krim yang dihasilkan misalnya stabiliser gelatin dengan CMC. Es krim dengan stabilizer gelatin menghasilkan kristal lebih besar, tekstur kasar, aftertaste lengket di langit-langit mulut. Es krim dengan stabilizer CMC menghasilkan kristal lebih kecil, tekstur smooth tidak ada aftertaste yang tidak normal. Waktu leleh gelatin lebih lama dibandingkan dengan CMC. Kristal es yang kasar disebabkan campuran es krim yang terlalu banyak mengandung air dan proses pendinginan yang kurang cepat menyebabkan lebih lama meleleh. Jumlah bahan padat yang terlalu tinggi dapat menyebabkan rasa seperti berpasir.

4. Penyimpanan Es Krim

Bila es krim tidak disimpan dengan baik, sebagian es krim yang mencair akan membentuk kristal es yang lebih kasar/besar dan ketika kembali dimasukkan ke dalam pendingin kristal esnya akan tumbuh membesar. Hal ini akan mengakibatkan teksturnya menjadi semakin kasar dan tidak enak di mulut. Selain itu, sebenarnya pengasaran tekstur ini bisa juga diakibatkan karena laktosa (gula susu) akan mengkristal dari larutan dan sukar melarut kembali. Untuk mengatasi hal ini, bila selesai makan (sebelum menyimpan kembali), dapat ditaburkan sedikit gum atau serbuk selulosa di atas es krim. Serbuk-serbuk itu akan menyerap kuat air yang mencair sehingga pembentukan kristal es yang besar dapat dicegah.

5. Kesalahan Pada Pembutan Es Krim

Beberapa kesalahan, penyebab dan cara penanganan yang sering terjadi pada proses pembutan es krim adalah :
Tabel 19.3 : Kesalahan, sebab dan penanganan produk es krim
 

6. Penyajian/ Menghidangkan Es Krim 

Bagaimanapun higienis, lezat, bergizinya suatu produk makanan kalau penyajiannya tidak tepat dan tidak menarik maka tidak akan menjadi pilihan konsumen. Dengan demikian pada saat penyajiannya es krim dapat dikombinasikan dengan buah (segar, kaleng), koktil buah, dan dengan saus atau dihidangkan begitu saja tampa pendamping. Pengkombinasian yang berbeda akan memberi nama hidangan es krim yang berbeda. Dibawah ini akan disajikan beberapa contoh hidangan es krim.
 

C. SORBETS

Sorbets adalah adonan cair yang dibekukan melalui mesin es krim, terbuat dari bahan dasar sirop gula, anggur putih, liqueur, atau jenis buah-buahan dengan atau tanpa penambahan fresh cream, dihidangkan baik sebagai makanan selingan sebelum penghidangan makanan utama (terutama masakan yang dipanggang) ataupun sebagai makanan penutup. Sorbet merupakan es yang sangat jernih dan disajikan di dalam gelas-gelas khusus. Sorbet disajikan untuk memberikan kesegaran atau untuk merangsang selera. Sorbet juga cocok untuk disajikan dengan salah satu jenis makanan yang dipanggang. Sekarang ini sorbet juga dihidangakan pada acara makan siang sebagai minuman dingin yang disertai makanan ringan. Sorbet dibuat dari bahan-bahan seperti anggur putih, liqueur, atau jus buah. Sorbet buah dalam pembuatannya biasanya ditambah dengan jus buah. Seluruh jenis sorbet rasanya segar dan kurang begitu manis jika dibandingkan dengan es krim. Penyajian sorbet dapat juga dikombinasikan dengan meringue atau krim diatasnya.
Sorbet dibuat dengan kadar sari buah yang tinggi dan kadar gula yang rendah. Dahulu sorbet sering disajikan sebagai hidangan penyegar antara dua hidangan berat, namun sekarang juga disajikan sebagai hidangan penutup. Penggunaan gula pada sorbet memiliki visikositas 22o Be dan menambahkan bahan-bahan lainnya. Beberapa contoh sorbet adalah Frambozen sorbet dan Vienna ice coffee.

Komposisi:
Frambozen 500 gr
Air 125 gr
Buah lemon (sari) 1 buah
Gula 80 gr
Minuman beralkohol frambozen
Cara membuatnya:
• Buahnya dibersihkan (cuci) dan diblender (jangan terlalu halus/agak kasar) dengan air, sari lemon dan gula.
• Dapat juga ditambah sedikit dengan minuman beralkohol frambozen (untuk non Muslim) dan dibekukan.
• Sajikan dalam gelas, dapat juga dengan penambahan minuman anggur, champagne.

D. PARFAIT

Parfait adalah light ice dingin (membeku) tanpa susunan dan selalu dibuat dengan satu macam aroma. Pada awalnya campuran parfait harus selalu dimasukkan kedalam sebuah cetakan silinder yang tinggi sebelum proses pendinginan. Namun sekarang sering dibuat dalam cetakan-cetakan yang berbeda dan dihias dengan krim.

Campuran parfait terdiri atas telur dan sirup gula, kemudian diaduk di tempat yang panas (ditim) dan selanjutnya didinginkan dengan cara mengocok secara konstan. Dapat ditambahkan krim dan aroma.
 
RANGKUMAN

Pada susunan hidangan kontinental, es krim termasuk makanan penutup dingin (frozen dessert). Es krim adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung es krim atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa bahan makanan lain yang diizinkan. Es krim terdiri dari 62 – 68% air, 32 – 38% bahan padat, dan udara.

Es krim yang dikenal saat ini sangat banyak jenis dan variasinya, oleh sebab itu es krim dapat dibedakan berdasarkan komposisi dan kandungannya. Komponen terpenting dari es krim adalah lemak susu dan susu skim. Es krim dapat dikelompokkan dalam tiga kategori yakni ekonomis atau standar, good average atau premium, dan deluxe atau super premium. Perbedaan ketiga jenis tersebut berdasarkan kandungan lemak dan komponen lainnya.

Es krim juga bisa dibedakan berdasar komposisinya. Ada es krim yang disebut milk ice, sherbet dan water ice. Milk ice atau es susu adalah produk yang memiliki lemak dalam jumlah rendah atau sekitar empat persen. Sherbet memiliki kandungan lemak sekitar dua persen. Es krim jenis water ice tak menggunakan lemak susu dan susu skrim melainkan hanya menggunakan jus buah dan gula serta ditambahkan penstabil.

Proses pembuatan es krim ada 3 (tiga) macam yaitu :
1) pengolahan dingin,
2) pengolahan panas, dan
3) pengolahan campuran.
Selain es krim, yang termasuk makanan penutup dingin (frozen dessert) adalah sorbets dan parfait.
 
Sumber :
Digg Technorati Delicious StumbleUpon Reddit BlinkList Furl Mixx Facebook Google Bookmark Yahoo
ma.gnolia squidoo newsvine live netscape tailrank mister-wong blogmarks slashdot spurl

Cara Membuatan Frozen Yoghurt

Pembuatan Frozen Yoghurt dan soft Ice cream yang sering dibicarakan para kalangan pecinta kuliner sudah bukan merupakan suatu proses yang rumit dan panjang. Proses pembuatan Frozen Yoghurt dan Soft ice cream hanya memerlukan waktu 20 menit - 30 menit dengan menggunakan mesin ice cream / mesin soft ice cream / mesin frozen yoghurt

Jenis dan rasa dari Frozen Yoghurt dan Ice Cream juga bermacam-macam tergantung pada kita sendiri.

Ketika kita menginginkan rasa yang natural bahan ice cream dan frozen yoghurt dapat kita tambahkan dengan rasa buah yang kita inginkan atau bagi para penderita tekanan darah tinggi bisa juga ditambahkan dengan jus sledri atau yang lain dan bagi yang mempunyai masalah dengan saluran kandung kemih juga bisa juga digunakan kelapa ijo agar manfaat bagi kesehatan tercapai dan bagi rasa kenikmatan di lidah terpuaskan.
Nah bagaimana dan dimana dapat mengikuti demo pembuatan frozen yoghurt dan soft ice cream silahkan konfirmasi di Kolom Komentar di bawah tulisan ini dan mohon cantumkan nama dan email kami akan follow up untuk membuat jadwal demo.




Digg Technorati Delicious StumbleUpon Reddit BlinkList Furl Mixx Facebook Google Bookmark Yahoo
ma.gnolia squidoo newsvine live netscape tailrank mister-wong blogmarks slashdot spurl

Permasalahan Alergi Susu Sapi

Sumber : http://puterakembara.org/rm/Alergi7.shtml
Oleh : Dr Widodo Judarwanto SpA
E mail : wido25@hotmail.com

PERMASALAHAN ALERGI SUSU SAPI 
Dr Widodo Judarwanto SpA,
email : wido25@hotmail.com
 
Si Upik yang berusia 9 bulan baru saja divonis alergi susu sapi oleh dokter. Orangtuanya sempat  keheranan, kenapa sejak lahir sudah minum susu sapi tidak pernah ada masalah. Si Ibu sempat kawatir karena banyak informasi beredar bahwa bila minum susu soya dan susu hipoalergenik tidak cerdas dan tidak bisa gemuk. Benarkah bayi yang sebelumnya tidak mengalami alergi susu sapi kemudian jadi berubah? Benarkah minum susu soya atau hipoalergenik menjadi tidak cerdas dan tidak bisa gemuk?


Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada anak yang paling sering dan paling awal dijumpai dalam kehidupannya. Alergi susu sapi adalah suatu penyakit yang berdasarkan reaksi imunologis yang timbul sebagai akibat pemberian susu sapi atau makanan yang mengandung susu sapi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi.



            Deteksi dan pencegahan alergi susu sapi harus dilakukan dengan cermat sejak dini. Pitfall diagnosis alergi susu sapi sering dialami karena gejalanya mirip gejala reaksi simpang  komponen susu sapi formula dan pengaruh diet ibu saat pemberian ASI.
Hippocrates pertama kali melaporkan adanya reaksi susu sapi sekitar tahun 370 masehi. Dalam beberapa dekade belakangan ini prevalensi dan perhatian terhadap alergi susu sapi semakin meningkat. Susu sapi sering dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada anak yang paling sering Beberapa penelitian di beberapa negara di dunia prevalensi alergi susu sapi pada anak dalam tahun pertama kehidupan sekitar 2%. Sekitar 1-7% bayi pada umumnya menderita alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sedangkan sekitar 80% susu formula bayi yang beredar di pasaran ternyata menggunakan bahan dasar susu sapi.
>
Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Mekanisme reaksi terhadap susu yang dasarnya adalah reaksi hipersensitifitas tipe I dan hipersensitifitas terhadap makanan yang dasarnya adalah reaksi hipersensitifitas tipe III dan IV. Reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi susu.. Alergi terhadap protein susu sapi atau alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang  memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul.
Alergi susu sapi akan 80% akan menghilang atau menjadi toleran sebelum usia 3 tahun. Penanganan alergi susu sapi adalah penghindaran susu sapi dan makanan yang mengandung susu sapi, dengan memberikan susu kedele sampai terjadi toleransi terhadap susu sapi. Perbedaan yang mencolok antara penyakit alergi susu sapi dan alergi terhadap makanan lain pada bayi adalah bahwa toleransi dapat terjadi secara spontan semasa usia dini.
Penghindaran susu sapi harus dikerjakan sampai terjadi toleransi sekitar usia 2-3 tahun sehingga harus diberikan susu pengganti formula soya atau susu sapi hidrolisat sempurna dan makanan padat bebas susu sapi dan produk susu sapi. Pencegahan alergi harus dikerjakan sedini mungkin pada anak berisiko atopik, Penelitian menunjukkan bahwa 85% ASS akan ditoleransi sebelum anak berumur 3 tahun. Walaupun akan terjadi toleransi pada usia tersebut, tindakan pencegahan maupun tata laksana yang tepat perlu untuk mencegah terjadinya alergi yang lebih parah serta alergi terhadap makanan alergen lain di kemudian hari.
Alergi merupakan masalah penting yang tidak harus diremehkan. Reaksi yang ditimbulkan dapat mengganggu semua organ tubuh dan perilaku anak. Sehingga dapat mengganggu tumbuh dan berkembangnya seorang anak. Pada usia tahun pertama kehidupan, sistim imun seorang anak relatif masih imatur dan sangat rentan. Bila ia mempunyai bakat atopik akan mudah tersensitisasi dan berkembang menjadi penyakit alergi terhadap alergen tertentu misalnya makanan dan inhalan.

MEKANISME TERJADINYA GANGGUAN
Alergi susu sapi terjadi karena mekanisme pertahanan spesifik dan non-spesifik saluran cerna bayi belum sempurna. Susu sapi adalah protein asing utama yang diberikan kepada seorang bayi, Harus dibedakan antara alergi susu sapi suatu reaksi imunologis dan reaksi intoleransi yang bukan berdasarkan kelainan imunologis seperti efek toksik dari bakteri stafilokok, defek metabolik akibat kekurangan enzim laktase, reaksi idiosinkrasi atau reaksi simpang dari bahan-bahan lain yang terkandung dalam susu formula.
>
Protein susu sapi merupakan alergen tersering pada berbagai reaksi hipersensitivitas pada anak. Susu sapi mengandung sedikitnya 20 komponen protein yang dapat mengganggu respon imun yang menyimpang pada seseorang.. Protein susu sapi terbagi menjadi kasein and whey. Kasein yang berupa bagian susu berbentuk kental biasanya didapatkan pada terdiri dari 76-86% dari protein susu sapi. Kasein dapat dipresipitasi dengan zat asam pada pH 4,6.  Whey terdiri dari  20% total protein susu, tang terdiri dari  β -lactoglobulin (9% total protein susu), α -lactalbumin (4%), bovine immunoglobulin (2%), bovine serum albumin (1%), dan sebagian kecil beberapa  proteins seperti lactoferrin, transferrin, lipases (4%). Dengan pasteurisasi rutin tidak cukup untuk menghilangkan protein ini tetapi sebaliknya meningkatkan sifat alergenitas beberapa protein susu seperti b-laktoglobulin.

Karakteristik komponen protein susu sapi.

KOMPONEN PROTEIN
BERAT MOLEKUL  (kD)
PERSENTASE PROTEIN TOTAL
ALERGINISITAS
STABILITAS PADA SUHU  100 C
β -lactoglobulin
18.3
10
+++
++
Casein
20-30
82
++
+++
α -lactalbumin
14.2
4
++
+
Serum albumin
67
1
+
+
Immunoglobulins
160
2
+
+
Banyak penelitian mengenai alergenitas protein susu sapi. Terdapat lebih dari 40 jenis protein yang berbeda dalam susu sapi yang berpotensi untuk menyebabkan sensitivitas. Kandungan pada susu sapi yang paling sering menimbulkan alergi adalah lactoglobulin, selanjutnya casein, lactalbumin  bovine serum albumin (BSA). Analisa Immunoelectrophoretic menunjukkan bahwa casein berkurang alergenisitasnya setelah pemanasan sekitar 120 C selama 15 menit, sedangkan lactoglobulin, lactalbumin berkurang terhadap pemanasan lebih dari 100C. BSA and gammaglobulin kehilangan antigenisitasnya pada suhu antara 70C . 80C.

Pemanasan penuh akan terjadi denaturasi dari beberapa protein whey. β .lactoglobulin merupakan penyebab alergen paling kuat. Penelitian lain menyebutkan antibodi IgE antibodi terhadap  α -lactalbumin, β -lactoglobulin, bovine serum albumin, and bovine gamma globulin adalah penyebab alergi paling sering pada manusia, sedangkan caseins adalah penyebab alergi terbanyak. Penelitian terakhir menyebutkan casein-specific IgE didapatkan 100% pada kelompok penderita alergi, IgE dari  β .lactoglobulin sekitar 13%,  α -lactalbumin sekitar 6%.
MANIFESTASI KLINIS
Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum hampir sama dengan gejala alergi makanan lainnya. Target organ utama reaksi terhadap alergi susu sapi adalah kulit, saluran cerna dan saluran napas.  Reaksi akut (jangka pendek) yang sering terjadi adalah  gatal dan anafilaksis. Sedangkan reaksi kronis (jangka panjang) yang tyerjadi adalah astma, dermatitis (eksim kulit) dan gangguan saluran cerna. Beberapa manifestasi reaksi simpang karena susu sapi melalui mekanisme IgE dan Non IgE. 
  Target organ yang sering terkena adalah kulit berupa urticaria dan angioedema. Sistem saluran cerna yang terganggu adalah sindrom oral alergi, gastrointestinal anaphylaxis, allergic eosinophilic gastroenteritis. Saluran napas yang terjadi adalah asma, pilek, batuk kronis berulang. Target multiorgan berupa anafilaksis karena makanan atau anafilaksis dipicu karena aktifitas berkaitan dengan makanan
Selain target organ yang sering terjadi tersebut di atas, manifetasi klinis lainnya berupa Manifestasi tidak biasa (anussual Manifestation). Diantaranya adalah manifestasi kulit berupa vaskulitis, fixed Skin Eruption. Sistem saluran cerna yang terganggu adalah chronic Pulmonary disease (Heiner Syndrome), hypersensitivity pneumonitis. Saluran cerna yang terjadi adalah konstipasi, gastroesophageal refluk, saluran napas seperti hipersekresi bronkus (napas bunyi grok-grok) dan obstruksi duktus nasolakrimalis (mata sering berair dan belekan) Target multiorgan berupa irritability/Sleeplessness in infants, artropati, nefropati dan trombositopeni
Reaksi susu sapi  yang timbul karena reaksi non Ige berupa dermatitis atopik, ermatitis Herpetiformis, proktokolitis, entero colitis, alergi eosinophilic gastroenteritis, sindrom enteropati, penyakit celiac  dan sindrom Heiner
Terdapat 3 pola klinis respon alergi protein susu pada anak : Reaksi Cepat, waktu dari setelah minum susu hingga timbulnya gejala. Reaksi sedang (pencernaa), 45 menit hingga 20 jam. Sedangkan Reaksi Lambat (kulit dan sal.cerna), Lebih dari 20 jam. Reaksi awal kulit gejala timbul dalam 45 menit setelah mengkonsumsi susu. Reaksi tersebut dapat berupa bintik merah (seperti campak) atau gatal. Gejala lain berupa gangguan system saluran napas seperti napas berbunyi .ngik. (wheezing), atau rhinoconjuncy=tivitis (bersin, hidung dan mata gatal, dan mata merah). Gejala tersebut bias terjadi meskipun hanya mengkonsumsi sedikit susu sapi. Hill dkk telah mellaporkan bahwa hamper semua (92% penderita dalam kelompok ini dalam pemeriksaan skin prick test   terhadap susu sapi hasilnya positif.. Anafilaksis susu sapi adalah merupakan reaksi paling penting dalam kelompok ini.
Dalam kelompok reaksi sedang gejala yang sering timbul adalah muntah, diare dimulai setelah 45 menit hingga 20 jam setelah mendapatkan paparan dengan susu. Menurut penelitian sekitar sepertiga dari kelompok ini didapatkan hasil positif hasil tes kulit (skin prick test). 
Gejala yang timbul dalam reaksi lambat terjadi dalam sekitar 20 jam setelah terkena paparan susus sapi.  Untuk terjadinya reaksi ini dibutuhkan jumlah volume susu sapi yang cukup besar. Dalam kelompok ini hanya sekitar 20% yang didapatkan hasil uji kulit yang positif. Uji temple alergi ( Patch Test) yang dilakukan selama 48 jam sering terdapat  hasil positif pada kelompok ini. Sebagian besar terjadi dalam usia lebih dari 6 bulan. Tanda dan gejala yang sering timbul adalah diare, konstipasi (sulit uang air besar)  dan dermatitis (gangguan kulit)
DIAGNOSIS ALERGI SUSU SAPI
Diagnosis alergi susu sapi adalah suatu diagnosis klinis berupa anamnesis yang cermat, mengamati tanda atopi pada pemeriksaan fisis, pemeriksaan imunoglobulin E total dan spesifik susu sapi. Untuk memastikan alergi susu sapi harus menggunakan provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). DBPCFC yang menjadi gold standard atau baku emas. Namun cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya yang tidak sedikit. Beberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy Center Rumah Sakit Bunda Jakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan .Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Sederhana.
Anamnesis atau mengetahui riwayat gejala dilihat dari jangka waktu timbulnya gejala setelah minum susu sapi atau makanan yang mengandung susu sapi. Harus diketahui riwayat pemberian makanan lainnya termasuk diet ibu saat pemberian ASI dan pemberian makanan pendamping lainnya. Harus diketahui juga gejala alergi asma, rinitis alergi, dermatitis atopik, urtikaria, alergi makanan, dan alergi obat pada keluarga (orang tua, saudara, kakek, nenek dari orang tua), dan pasien sendiri.
Gejala klinis pada kulit seperti urtikaria, dermatitis atopik, ras. Saluran napas: batuk berulang terutama pada malam hari, setelah latihan asma, rinitis alergi. Gangguan saluran cerna, muntah, diare, kolik dan obstipasi.
Pemeriksaan fisik yang mungkin didapatkan hadala ada kulit tampak kekeringan kulit, urtikaria, dermatitis atopik allergic shiner.s, Siemen grease, geographic tongue, mukosa hidung pucat, dan wheezing (mengi).
PITFALL DIAGNOSIS DAN PENANGANAN
Pitfall atau .kesalahan yang menjerumuskan. terjadi pada awal penentuan diagnosis dilakukan hanya berdasarkan data laboratorium baik  tes kulit atau IgE spesifik terhadap susu sapi. Padahal baku emas diagnosis adalah dengan melakukan menggunakan provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). Penelitian yang dilakukan penulis terungkap bahwa 25 anak dengan hasil IgE spesifik terhadap susu sapi positif, ternyata setelah dilakukan elimisasi provokasi terbuka sekitar 48% dapat toleran terhadap susu sapi .nutrien dense., 40% toleran terhadap susu sapi evaporasi, 24% toleran terhadap susu formula sapi  biasa.
Pitfall diagnosis juga sering terjadi hanya berdasarkan anamnesa tanpa pemeriksaan penunjang dan DBPCFC. Bila anamnesis tidak cermat sering terjadi kesalahan karena karena faktor yang mempengaruhi gejala yang timbul bukan hanya protein susu sapi.  Reaksi simpang yang terjadi dapat juga diakibatkan oleh beberapa kandungan tambahan yang ada di dalam susu formula dan reaksi yang ditimbulkan karena diet ibu saat pemberian ASI. Faktor lain yang memicu timbulnya gejala adalah faktor terjadinya infeksi pada anak. Saat terjadi infeksi seperti batuk, pilek atau panas sering memicu timbulnya gejala alergi. Misalnya saat infeksi saluran napas akut pada penderita alergi sering disertai gejala diare, muntah dan dermatitis.

< /div>

Terlalu cepat memastikan suatu anak menderita alergi susu sapi biasanya didasarkan ketidakcermatan dalam menganalisa permasalahan kesehatan pada penderita. Dalam menentukan apakah suatu anak mengalami alergi susu sapi diperlukan ketelitian dan kecermatan.  Bila anak minum PASI (Pengganti Air Susu Ibu) dan ASI (Air Susu Ibu), harus cermat dalam menentukan penyebab gangguan tersebut. Dalam kasus tersebut, PASI atau ASI dapat dicurigai sebagai penyebab alergi. Pada pemberian ASI, diet yang dimakan ibunya dapat mempengaruhi bayi. Bila pemberian PASI sebelumnya sudah berlangsung lebih dari 1 . 2 minggu tidak terdapat gangguan, kemungkinan susu formula sapi tersebut bukan sebagai penyebab alergi. Harus diperhatikan apakah diet ibunya sebagai penyebab alergi.
Kadang ada beberapa anak dengan susu formula sapi yang satu tidak cocok tetapi susu formula sapi lainnya bisa diterima. Hal inilah yang menunjukkan bahwa komposisi dan kandungan lain di dalam susu formula tersebut yang ikut berperanan. Faktor yang berpengaruh mungkin saja karena perbedaan dalam proses pembutan bahan dasar susu sapi. Dengan pemanasan dan proses tertentu yang berbeda beberapa kandungan protein tertentu akan menghilang.
Sebagian besar alergi susu sapi pada bayi adalah tipe cepat yang diperan oleh IgE dan gejala utama adalah ras kulit, eritema perioral, angioedema, urtikaria dan anafilaksis. Sedangkan bila gejala lambat pada saluran cerna berupa muntah, konstipasi dan diare dan gangguan kulit dermatitis herpertiformis biasanya bukan diperani oleh IgE.  Peranan Non IgE inilah biasanya disebabkan bukan oleh kandungan protein susu sapi.. Melihat berbagai jenis kandungan protein dalam susu sapi dan beberapa zat tambahan seperti AA, DHA, sumber komponen lemak (minyak safflower, minyak kelapa sawit, minyak jagung, minyak kedelai) atau aroma rasa (coklat, madu dan strawberi).  Masing masing kandungan tersebut mempunyai potensi berbeda sebagai penyebab alergi atau reaksi simpang dari susu formula.
Kandungan DHA dalam susu formula kadang dapat mengakibatkan gangguan pada anak tertentu berupa gangguan kulit. Sedangkan kandungan minyak kelapa sawit dapat mengakibatkan gangguan saluran cerna berupa konstipasi. Aroma rasa susu seperti coklat sering menimbulkan reaksi batuk atau kosntipasi. Begitu juga kandungan lemak tertentu, minyak jagung dan laktosa pada susu formula tersebut dapat mengakibatkan manifestasi yang hampir sama dengan alergi susu sapi.  Bila gangguan akibat susu formula tersebut hanya ringan mungkin penggantian susu sapi formula tanpa DHA atau susu sapi formula tertentu keluhannya dapat berkurang. Jadi bila ada keluhan dalam pemakaian susu sapi formula belum tentu harus diganti dengan susu soya atau susu hidrolisat. Tapi bila keluhannya cukup berat mungkin penggantian susu sapi formula tersebut perlu dipertimbangkan untuk pemberian susu soya atau hidrolisat protein.
            Bayi atau anak yang sebelumnya telah mengkonsumsi salah satu jenis susu sapi dan tidak mengalami keluhan dalam  waktu lebih 2 minggu. Biasanya setelah itu tidak akan mengalami alergi susu yang sama dikemudian hari. Hal ini sering disalah artikan ketika anak mengalami gejala alergi, kemudian susunya diganti. Padahal sebelumnya anak telah beberapa bulan mengkonsumsi susu yang diganti tersebut tanpa keluhan. Sering terjadi saat terjadi gangguan terdapat faktor penyebab lainnya. Riwayat pemberian makanan lainnya atau adanya infeksi yang diderta anak saat itu dapat menimbulkan gejala yang sama. Kasus yang seperti ini menunjukkan bahwa kita harus cermat dan teliti dalam mencurigai apakah seorang anak alergi susu sapi atau bukan.
            Beberapa penelitian menunjukkan alergi susu sapi sekitar 80% akan menghilang atau menjadi toleran sebelum usia 3 tahun. Penelitian yang dilakukan penulis terhadap 120 penderita alergi susu sapi menunjukkan bila gejalanya ringan akan bisa toleran usia di atas 1 tahun. Bila gangguannya berat, disertai gangguan kulit dan mengakibatkan  batuk dan pilek biasanya akan tahan terhadap susu sapi di atas usia 2 hingga 5 tahun.
            Pitfal penanganan yang sering terjadi adalah saat gejala alergi timbul, penderita paling sering direkomendasikan oleh para klinisi adalah pemberian susu partial hidrolisa. Padahal relkomendasi yang seharusnya diberikan adalah susu formula ekstensif hidrolisat atau susu soya, Pemberian partial hidrolisa secara klinis hanya digunakan untuk pencegahan alergi bagi penderita yang beresiko alergi yang belum timbul gejala. Namun pada pengalaman beberapa kasus bila didapatkan gejala alergi yang ringan ternyata pemberian susu parsial hidrolisa bisa bermanfaat.
            Pemberian obat anti alergi baik peroral atau topikal bukan merupakan jalan keluar yang terbaik untuk penanganan jangka panjang. Pemberian anti alergi jangka panjang merupakan bukti kegagalan dalam mengidentifikasi penyebab alergi.style="font-family: Arial; font-size: 11pt;">

PEMBERIAN SUSU DAN MAKANAN UNTUK PENDERITA

Pemberian susu adalah merupakan masalah yang tersendiri pada penderita alergi susu sapi. Untuk menentukan penderita alergi susu sapi pilihan utama adalah susu ektensif hidrolisat. Tetapi beberapa penderita juga bisa toleran terhadap susu soya. Beberapa bayi dengan gejala alergi yang ringan dapat mengkonsumsi susu hodrolisat parsial. Meskipun sebenarnya susu ini untuk pencegahan alergi bukan untuk pengobatan.
Secara klinis dan laboratoris seringkali sulit untuk memastikan anak menderita alergi susu sapi. Tidak mudah untuk menentukan pemilihan susu yang terbaik untuk anak tersebut. Seringkali sulit memastikan apakah seseorang alergi susu sapi atau intoleransi atau bereaksi terhadap kandungan tertentu dari kandungan yang ada di dalam formula. Dalam menghadapi kasus seperti ini klinik Children Allergy Center Rumah Sakit Bunda Jakarta melakukan eliminasi provokasi terbuka sederhana. Secara awal penderita diberikan susu ekstensif hidrolisat. Bila gejala alergi membaik selanjutnya dilakukan provokasi formula berturut turut yang lebih beresiko seperti soya, parsial hidrolisat, dan susu formula yang minimal kandungan AA, DHA, minyak kelapa sawit dan sebagainya. Formula yang paling tepat adalah yang tidak menimbulkan gangguan. Bila timbul gejala pada salah satu formula tersebut kita harus pilih formula satu tingkat lebih aman di atasnya. Bila susu parsial hidrolisa dan soya timbul gangguan dilakukan provokasi terhadap susu laktosa dan lemah rantai tunggal (Monochain Trigliceride/MCT). 
Banyak keraguan terhadap kualitas gizi susu pengganti susu sapi.  Keraguan tersebut seperti .soya tidak menggemukkan., .susu hipoalergenik  tidak mebuat anak pintar karena tidak mengadung DHA. dan sebagainya. Secara umum semua susu formula yang beredar secara resmi kandungan gizinya sama. Karena mengikuti standard RDA (Recomendation Dietery Allowence) dalam jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Keraguan bahwa susu formula tertentu tidak menggemukkan tidak beralasan karena kandungan kalori, vitamin dan mineral tidak berbeda. Penggunaan apapun merek susu formula yang sesuai kondisi dan usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut. Bila ketidakcocokan susu sapi terus dipaksakan pemberiannya, akan mengganggu fungsi tubuh terutama saluran cerna sehingga membuat gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.
British Nutrition Foundation, ESPGAN (European Society for Pediatric Gastroenterology and Nutrition), WHO (World Health Organization) dan FAO (Food Agriculture Organization) merekomendasikan penambahan DHA dan AA hanya perlu untuk susu formula bayi prematur. Secara teoritis dan bukti klinis penambahan tersebut hanya bermanfaat untuk bayi prematur, karena belum bisa mensintesa AA dan DHA secara baik. Penambahan AA dan DHA secara langsung tidak terlalu penting karena sebenarnya tubuh bayi cukup bulan sudah bisa mensitesa atau memproduksi sendiri AA dan DHA dari asam lemak esessial lain.
            Beberapa alternatif pilihan untuk pengganti susu sapi sangat bervariasi tergantung kondisi setiap anak. Susu pengganti tersebut meliputi ASI, susu soya, susu kambingI, susu ektensif hidrolisa, susu parsial hidrolisat, sintesi asam amino dan sebagainya.
Air Susu ibu

            ASI  adalah pilihan terbaik bagi bayi yang mengalami alergi susu sapi. Pemberian ASI secara klinis sudah terbukti dapat mencegah kejadian alergi di kemudian hari. Meskpiun dapat mencegah alergi, tetapi diet yang dikonsumsi ibu ternyata juga bisa menimbulkan alergi pada bayinya. Sehingga sebaiknya ibu juga melakukan eliminasi diet tertentu yang dapat mengganggu bayi. Ibu harus menghindari berbagai jenis susu sapi atau bahan makanan yang mengandung susu sapi.

Susu Soya
Susu formula soya adalah susu formula bebas laktosa untuk bayi dan anak yang mengalami alergi terhadap protein susu sapi. Nutrilon Soya adalah susu formula bebas laktosa yang aman dipakai oleh bayi/ anak yang sedang menderita diare atau memerlukan diet bebas laktosa. Soya menggunakan isolat protein kedelai sebagai bahan dasar. Isolat protein kedelai tersebut memiliki kandungan protein tinggi yang setara dengan susu sapi. Seperti halnya pada ASI, kalsium dan fosfor pada susu formula soya memiliki perbandingan 2: 1 untuk menunjang pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Susu formula ini juga ada yang mengandung asam lemak esensial, yaitu Omega 6 dan Omega 3 dengan rasio yang tepat sebagai bahan dasar pembentukan AA & DHA untuk tumbuh kembang otak yang optimal. Pemberian AA dan DHA secara langsung pada formula ini tidak terlalu penting karena sebenarnya tubuh bayi cukup bulan sudah bisa mensitesa atau memproduksi sendiri AA dan DHA dari asam lemak esessial lain yang ada dalam kandungan susu tersebut 
Karbohidrat pada formula soya adalah maltodextrin, yaitu sejenis karbohidrat yang dapat ditoleransi oleh sistem pencernaan bayi yang terluka saat mengalami diare ataupun oleh sistem pencernaan bayi yang memang alergi terhadap susu sapi. Susu  formula soya (kedelai) kurang lebih sama manfaat nutrisinya dibandingkan formula hidrolisat ekstensif, tetapi lebih murah dan rasanya lebih familiar. 

Pada penelitian yang dilakukan terhadap 170 bayi alergi susu sapi didapatkan susu soya bisa diterima oleh sebagian besar bayi dengan alergi susu sapi baik IgE dan Non IgE . Perkembangan IgE berkaitan dengan susu soya termasuk jarang.  Susu soya direkomendasikan untuk alternatif pilihan p;ertama pada penderita alergi susu sapi pada usia di atas 6 bulan. Tetapi bukan berarti penelitian ini merubah pemberian susu formula soya di bawah usia 6 bulan. Anak yang mengalami alergi susu sapi, ternyata didapatkan sekitar 30 . 40% mengalami alergi susu soya.

Susu Kambing

Pada beberapa negara secara tradisional susu kambing sering diberikan terhadap penderita alergi susu sapi. Susu kambing bukan merupakan susu dengan nutrisi yang  lengkap untuk bayi.. Kandungan vitamin tertentu sangat kecil, seperti asam folat, vitamin  B6, B12, C, and D, tetapi kaya mineral. Susu kambing dan susu sapimemiliki epitop yang identik sebagai bahan allergen. Sehingga susu kambing biasanya tidak bisa ditoleransi juga oleh penderita alergi susu sapi.


Susu Formula Ekstensif Hidrolisa

Alternatif pengganti pada alergi susu sapi adalah susu formula yang mengandung protein susu sapi hidrolisa (melalui pemrosesan khusus). Susu formula ini rasanya  memang tidak begitu enak dan relatif lebih mahal.. Protein Whey sering lebih mudah di denaturasi (dirusak) oleh panas dibandingkan protein kasein yang lebih tahan terhadap panas. Sehingga proses denaturasi whey dapat diterima oleh penderita alergi susu sapi, seperti susu sapi evaporasi. 

European Society of Paediatric Allergy dan Clinical Immunology (ESPACI) mendefinisikan formula ekstensif hidrolisa adalah formula dengan bahan dasar protein hidrolisa dengan fragmen yang cukup kecil untuk mencegah terjadinya alergi pada anak. Formula ekstensif hidrolisa akan memenuhi criteria klinis bila secara klinis dapat diterima 90% oleh penderita proven IgE-mediated alergi susu sapi (95% confidence interval) seperti yang direkomendasikan American Academy of Paediatrics Nutritional Committee. Sejauh ini sekitar 10% penderita alergi susu sapi dapat menimbulkan reaksi terhadap susu formula ekstensif hidrolisa. Secara pasti penderita yang alergi terhadap formula ekstensif hidrolisa belum diketahui, diperkirakan lebih dari 19%. Pengalaman penggunaan hidrolisa kasein telah dilakukan hampir 50 tahun lebih, Beberapa penelitian menunjukkan sangat efektif untuk penderita alergi susu sapi. Susu Hidrolisa kasein yang terdapat dipasaran adalah Nutramigen (Mead Johnson) dan Pregestimil (Mead Johnson).  Sedangkan hidrolisa whey dalam waktu terakhir ini mulai dijadikan alternatif, dan tampaknya toleransi secara klinik hampir sama dengan hidrolisa kasein. Beberapa contoh susu hidrolisa whey adalah Aalfa-Re (nestle) dan Pepti- Junior (Nutricia). Protein Whey lebih mudah didenaturasi dengan suhu panas tetapi kasein sangat tahan panas.
style="font-family: Arial; font-size: 11pt;">

Formula Parsial hidrolisa  



Susu formula parsial hidrolisa masih mengandung peptida cukup besar sehingga masih berpotensi untuk menyebabkan reaksi alergi susu sapi.Susu ini tidak direkomendasikan untuk pengiobatan atau pengganti susu untuk penderita alergu susu sapi. 

Susu hipoalergenik atau rendah alergi ini contohnya NAN HA dan  Enfa HA. Susu ini direkomendasikan untuk penderita yang beresiko tinggi alergi sebelum menunjukkan adanya gejala alergi. Penelitian menunjukkan pemberian Formula hidrolisa Parsial mengurangi onset gejala alergi yang dapat ditimbulkan. 

Formula sintetis asam amino 

Neocate adalah sintetis asam amino 100% yang merupakan bahan dasar susu formula hipoalergenik. Rasa susu formula ini relatif lebih enak dan lebih bisa rasanya lebih bisa diterima oleh bayi pada umumnya, tetapi harganya sangat mahal.
Neocate digunakan untuk mengatasi gejala alergi makanan persisten  dan berat. Seperti Multiple Food Protein Intolerance, alergy terhadap extensively hydrolysed formulae, alergi makanan dengan gangguan kenaikkan berat badan, alergi colitis, GER yang tidak berespon dengan  terapi standar. Multiple food protein intolerance atau MFPI didefinisikan sebagai intoleransi terhadap lebih dari 5 makanan utama termasuk EHF (extensive Hydrolysa Milk)  dan susu formula soya. MFPA (Multiple food protein allergy) didefinisikan sebagai alergi lebih dari 1 makanan dasar seperti susu, tepung, telur dan kedelai. Susu ini juga digunakan sebagai placebo dalam DBPCFC untuk mendiagnosis alergi susu sapi 

Pemberian Makanan
Penderita alergi susu sapi juga harus menghindari makanan yang mengandung bahan dasar susu sapi seperti  skim, dried, susu evaporasi maupun susu kondensasi. Lactaid, yaitu produk susu yang diproses secara khusus untuk mereka yang mengalami gangguan lactose intolerance. Lactaid diduga masih mengandung protein susu sapi, jadi sebaiknya jangan diberikan kepada anak-anak yang menderita alergi. Mentega atau susu mentega, Produk kedelai yang mengandung susu sapi, Produk-produk makanan yang mengandung kasein, kaseinat, sodium atau kalsium kaseinat, lactalbumin, dan wheyArtificial butter, Butter, Buttermilk, Casein, Keju, Cream, Keju cottage, Yoghurt, Kasein hidrolisat, Susu kambing, Laktalbumin, Laktglobulin, Laktosa, Laktulosa, Sour cream, Whey.

Penderita alergi susu sapi biasanya juga mengalami alergi terhadap makanan lainnya. Makanan yang harus diwaspadai adalah telor, buah-buahan tertentu, kacang dan ikan laut. Penderita alergi susu sapi sangat jarang juga mengalami alergi terhadap daging sapi. Banyak penderita alergi susu sapi dapat mengkonsumsi daging sapi tanpa mengalami gejala alergi.



PENCEGAHAN ALERGI SUSU SAPI 
Pencegahan terjadinya alergi susu sapi harus dilakukan sejak dini. Hal ini terjadi saat sebelum timbul sensitisasi terhadap protein susu sapi, yaitu sejak intrauterin. Penghindaran harus dilakukan dengan pemberian susu sapi hipoalergenik yaitu susu sapi yang dihidrolisis parsial untuk merangsang timbulnya toleransi susu sapi di kemudian hari. Bila sudah terjadi sensitisasi terhadap protein susu sapi atau sudah terjadi manifestasi penyakit alergi, maka harus diberikan susu sapi yang dihidrolisis sempurna atau pengganti susu sapi misalnya susu kacang kedele. 
Alergi susu sapi yang sering timbul dapat memudahkan terjadinya alergi makanan lain di kemudian hari bila sudah terjadi kerusakan saluran cerna yang menetap. Pencegahan dan penanganan yang baik dan berkesinambungan  sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya alergi makanan yang lebih berta dikemudian hari..Tindakan pencegahan alergi susu sapi juga hampir sama seperti yang dilakukan pada alergi lainnya. Secara umum tindakan pencegahan alergi susu sapi dilakukan dalam 3 tahap yaitu:
Pencegahan primer
Dilakukan sebelum terjadi sensitisasi. Saat penghindaran dilakukan sejak pranatal pada janin dari keluarga yang mempunyai bakat atopik. Penghindaran susu sapi berupa pemberian susu sapi hipoalergenik, yaitu susu sapi yang dihidrolisis secara parsial, supaya dapat merangsang timbulnya toleransi susu sapi di kemudian hari karena masihmengandung sedikit partikel susu sapi, misalnya dengan merangsang timbulnya IgG blocking agent. Tindakan pencegahan ini juga dilakukan terhadap makanan penyebab alergi lain serta penghindaran asap rokok. Meskipun demikian AAAI hanya merekomendasikan penghondaran [pemberian kacang-kacangan selama kehamilan.
Pencegahan sekunder
Dilakukan setelah terjadi sensitisasi tetapi belum timbul manifestasi penyakit alergi. Keadaan sensitisasi diketahui dengan cara pemeriksaan IgE spesifik dalam serum atau darah talipusat, atau dengan uji kulit. Saat tindakan yang optimal adalah usia 0 sampai 3 tahun. Penghindaran susu sapi dengan cara pemberian susu sapi non alergenik, yaitu susu sapi yang dihidrolisis sempurna, atau pengganti susu sapi misalnya susu kedele supaya tidak terjadi sensitisasi lebih lanjut hingga terjadi manifestasi penyakit alergi.
Pemberian ASI ekslusif terbukti dapat mengurangi resiko alergi, tetapi harus diperhatikan diet ibu saat menyusui Selain itu juga disertai tindakan lain misalnya pemberian imunomodulator, Th1-immunoajuvants, probiotik. Tindakan ini bertujuan mengurangi dominasi sel limfosit Th2, diharapkan dapat terjadi dalam waktu 6 bulan.
Pencegahan tersier

Dilakukan pada anak yang sudah mengalami sensitisasi dan menunjukkan manifestasi penyakit alergi yang masih dini misalnya dermatitis atopik atau rinitis tetapi belum menunjukkan gejala alergi yang lebih berat seperti asma. Saat tindakan yang optimal adalah pada usia 6 bulan sampai 4 tahun.
Penghindaran juga dengan pemberian susu sapi yang dihidrolisis sempurna atau pengganti susu sapi. Pemberian obat pencegahan seperti setirizin, imunoterapi, imunomodulator tidak direkomendasikan karena secara klinis belum terbukti bermanfaat.



DAFTAR PUSTAKA
1.        style="font-family: Arial; font-size: 8pt;">Axelsson I, Jakobsson I, Lindberg T, Benediktsson B: Bovine beta-lactoglobulin in the human milk. A longitudinal study during the whole lactation period. Acta Paediatr Scand 1986 Sep; 75(5): 702-7.

2.        Blackshaw AJ, Levison DA: Eosinophilic infiltrates of the gastrointestinal tract. J Clin Pathol 1986 Jan; 39(1): 1-7.
3.        style="font-family: Arial; font-size: 8pt;">Bleumink E, Young E. Identification of the atopic allergen in cow.s milk. Int Arch Allergy 1968; 34:521-43.

4.        Bishop MJ, Hasting. Natural history of cow.s milk allergy. Clinical outcome. J Pediatr 1990; 116:862-7.
5.        Bock SA: Evaluation of IgE-mediated food hypersensitivities. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S20-7.
6.        Bock SA.Prospective appraisal of complaints of adverse reactions to foods in children during the first 3 years of life. Pediatrics 1987; 79:683-8.>
7.        Carroccio A, Montalto G, Custro N, et al: Evidence of very delayed clinical reactions to cow's milk in cow's milk-intolerant patients. Allergy 2000 Jun; 55(6): 574-9.
8.        Crittenden RG, Bennett LE..Cow's milk allergy: a complex disorder. J Am Coll Nutr. 2005 Dec;24(6 Suppl):582S-91S.
<9.        Dupont C, Heyman M: Food protein-induced enterocolitis syndrome: laboratory perspectives. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S50-7.
10.     Jacobson O, Lindberg T. A prospective study of cow.s milk protein intolerance in Swedish infants. Acta Paediatr Scand 1979; 68:853-9.
11.     Kaczmarski M, Wasilewska J, Lasota M..Hypersensitivity to hydrolyzed cow's milk protein formula in infants and young children with atopic eczema/dermatitis syndrome with cow's milk protein allergy. Rocz Akad Med Bialymst. 2005;50:274-8..
12.     Hill DJ, Heine RG, Cameron DJ: The natural history of intolerance to soy and extensively hydrolyzed formula in infants with multiple food protein intolerance. J Pediatr 1999 Jul; 135(1): 118-21.
13.     Host A, Halken S, Jacobsen HP, et al: Clinical course of cow's milk protein allergy/intolerance and atopic diseases in childhood. Pediatr Allergy Immunol 2002; 13 Suppl 15: 23-8.
14.     Host Halken S. A prospective study of cow milk allergy in Danish infants during the first years of life.Allergy 1990; 45:587-96.
15.     Hosking CS, Heine RG, Hill DJ. The Melbourne milk allergy study-two decades of clinical research. Allergy and Clinical Immunol International 2000;12:198-205
16.     Iacono G, Cavataio F, Montalto G: Intolerance of cow's milk and chronic constipation in children. N Engl J Med 1998 Oct 15; 339(16): 1100-4.
17.     Judarwanto W. Using Nutrient Dense in Children with Gastroenterointestinal Allergies. 24TH INTERNATIONAL CONGRESS OF PEDIATRICS CANCZN MIXICO AUGUST 15TH . 20TH ,2004.
18.     Judarwanto W. Effects on Stool Characteristics, Gastrointestinal Manifestation and Sleep Pattern of Palm Olein in Formula-fed Term Infants.  24TH INTERNATIONAL CONGRESS OF PEDIATRICS CANCZN MIXICO AUGUST 15TH . 20TH ,2004
19.     Judarwanto W. Manifestasi Klinis Alergi Susu Sapi pada Anak Usia di bawah 2 tahun. (Belum dipublikasikan).
20.     Kelly KJ, Lazenby AJ, Rowe PC: Eosinophilic esophagitis attributed to gastroesophageal reflux: improvement with an amino acid-based formula. Gastroenterology 1995 Nov; 109(5): 1503-12.
21.     Kokkonen J, Karttunen TJ, Niinimaki A: Lymphonodular hyperplasia as a sign of food allergy in children. J Pediatr Gastroenterol Nutr 1999 Jul; 29(1): 57-62.
22.     Kokkonen J, Haapalahti M, Laurila K, et al: Cow's milk protein-sensitive enteropathy at school age. J Pediatr 2001 Dec; 139(6): 797-803.
23.     Lake AM: Food-induced eosinophilic proctocolitis. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S58-60.
24.     Lake AM, Whitington PF, Hamilton SR: Dietary protein-induced colitis in breast-fed infants. J Pediatr 1982 Dec; 101(6): 906-10.
25.     Lowichik A, Weinberg AG: A quantitative evaluation of mucosal eosinophils in the pediatric gastrointestinal tract. Mod Pathol 1996 Feb; 9(2): 110-4.
26.     Novembre E, Vierucci A: Milk allergy/intolerance and atopic dermatitis in infancy and childhood. Allergy 2001; 56 Suppl 67: 105-8.
27.     Sampson HA, Anderson JA: Summary and recommendations: Classification of gastrointestinal manifestations due to immunologic reactions to foods in infants and young children. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S87-94.
28.     Sicherer SH: Food protein-induced enterocolitis syndrome: clinical perspectives. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S45-9.
29.     Sampson HA.Food allergy. Part I:Immunopathogenesis and clinical disorders. J.Allergy Clin Immunol 1999; 103:717-28.
30.     Tokodi I, Maj C, Gabor S.[Cycle vomiting syndrome as a clinical appearance of eosinophilic gastroenteritis]. Orv Hetil. 2005 Oct 30;146(44):2265-9. Hungarian..
31.     style="color: black; font-family: Arial; font-size: 8pt;">Paajanen L, Korpela R, Tuure T, Honkanen J, Jarvela I, Ilonen J, Knip M, Vaarala O, Kokkonen J..Cow milk is not responsible for most gastrointestinal immune-like syndromes--evidence from a population-based study. Am J Clin Nutr. 2005 Dec;82(6):1327-35.
32.     Sampson HA. Food allergy. Part 2: diagnosis and management. J Allergy Clin Immunol 1999; 103:981-9.
33.     Walker WA. Adverse reactions to food in infancy and childhood, J Pediatr 1992; 121:4-6.
34.     Rogier Schade P. Cow.s milk allergy in infancy and childhood. Immunological and clinical aspects. Didapat dari:http//www.library.uu.nl
35.     Savilahti E .Cow.s milk allergy. Allergy 1981; 36:37-88.
36.     Swaisgood HE. Chemistry of milk protein. Dalam: Fox PF,editor. Developments in dairy chemistry, London,Applied Science Publishers, 1982. h. 1-59.
37.     Sampson HA. Adverse reactions to foods. Dalam: Middleton E, Reed CE, Elliot EF, Adkinson NF,
38.     Walker WA: Cow's milk protein-sensitive enteropathy at school age: a new entity or a spectrum of mucosal immune responses with age. J Pediatr 2001 Dec; 139(6): 765-6.
39.     Zeiger RS,Sampson HA, Bock SA, Burks JR, dkk. Soy allergy in infants and children with IgE associated cow.s allergy. J Pediatr 1999; 134:614-22.



KORESPONDENSI DAN KOMUNIKASI
CHILDREN ALLERGY CENTER, RUMAH SAKIT BUNDA JAKARTA
telp :  (021) 70081995 - 4264126
<


Digg Technorati Delicious StumbleUpon Reddit BlinkList Furl Mixx Facebook Google Bookmark Yahoo
ma.gnolia squidoo newsvine live netscape tailrank mister-wong blogmarks slashdot spurl

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP