Your label here

Distributor Agen Jual Aneka Mesin Alat Peralatan Bahan Baku Memproduksi Mengolah Menyimpan Mengemas Menyajikan Makanan Minuman untuk Dapur Kuliner untuk Cafe Hotel Restoran Pastry Bakery Food and Beverage. Distributor Agen Jual Aneka Mesin dan Bahan Baku Ice Cream Es Krim Gelato Frozen Yoghurt. Pusat Pelatihan dan Pengembangan Entrepreneurship Kewirausahaan Peluang Usaha Bisnis UKM. Tips Resep Cara Memasak Membuat Jajanan Masakan Makanan Minuman Kue Roti Cake.

Tersedia : Ice Cream Siap Saji - Powder Ice Cream Frozen Yoghurt - Kerupuk Cone Waffle Ice Cream - Topping Ice Cream Refill- Gelatin Nabati Halal - Mesin Soft Hard Ice Cream - Freezer Chiller - Showcase Display Cooler - Mesin Bar Cafe Kitchen Hotel - Mesin Pengolah Makanan - Mesin Dispenser Slurpee - Tas Styrofoam Box - Ice Pack Ice Gel Dry Ice - Sewa Mesin Soft Es Krim - Paper Cup - Service Mesin Es Krim & Kuliner Lainnya - Konsultasi Bisnis Ice Cream - Liputan Media Massa - Jagung Popcorn
Mesinresto.com - Email : sales@mesinresto.com - Telp : (021)37697772 -(021)3627 1085 - HP. 0852.1566.6280 - 0856.9442.4525 - 0877.8045.1213 - Fax : (021)8855857 - Mesinresto.com - Email : sales@mesinresto.com - Telp : (021)37697772 -(021)3627 1085 - HP. 0852.1566.6280 - 0856.9442.4525 - 0877.8045.1213 - Fax : (021)8855857 - Mesinresto.com - Email : sales@mesinresto.com - Telp : (021)37697772 -(021)3627 1085 - HP. 0852.1566.6280 - 0856.9442.4525 - 0877.8045.1213 - Fax : (021)8855857 - Mesinresto.com - Email : sales@mesinresto.com - Telp : (021)37697772 -(021)3627 1085 - HP. 0852.1566.6280 - 0856.9442.4525 - 0877.8045.1213 - Fax : (021)8855857 - Mesinresto.com - Email : sales@mesinresto.com - Telp : (021)37697772 -(021)3627 1085 - HP. 0852.1566.6280 - 0856.9442.4525 - 0877.8045.1213 - Fax : (021)8855857 - Mesinresto.com - Email : sales@mesinresto.com - Telp : (021)37697772 -(021)3627 1085 - HP. 0817.6711. - 0852.1566.6280 - 0856.9442.4525 - 0877.8045.1213 - Fax : (021)8855857 - Mesinresto.com - Email : sales@mesinresto.com - Telp : (021)37697772 -(021)3627 1085 - HP. 0852.1566.6280 - 0856.9442.4525 - 0877.8045.1213 - Fax : (021)8855857 -
Showing posts with label jenis susu. Show all posts
Showing posts with label jenis susu. Show all posts

FROZEN DESSERT

A. PENDAHULUAN

Menurut komposisinya makanan penutup dingin dapat dibagi dalam beberapa kelompok. Kelompok ini mencakup es krim, water ice/sherbet, dan frozen confection product misalnya ice parfait. Penyiapan makanan penutup dinging dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
1. Dengan mencampur semua bahan utama, kemudian dimasukkan kedalam cetakan lalu didinginkan.
2. semua bahan utama disiapkan atau dimasak, masukkan kedalam mesin es krim, kocok sampai menjadi krim dan simpan dilemari pendingin. Pada bab ini yang lebih mendalam dibahas adalah es krim, karena es krim merupakan makanan penutup dingin yang paling banyak dikonsumsi. Shorbet dan parfait juga akan disinggung pada bagian akhir bab ini.

B. ES KRIM

Makanan penutup dingin dalam hal ini es krim adalah makanan yang mengandung lemak, protein, karbohidrat, vitamin, dan mineralmineral lain yang berguna. Menurut SNI es krim adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung es krim atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa bahan makanan lain yang diizinkan. Es krim terdiri dari 62 – 68% air, 32 – 38% bahan padat, dan udara.
Es krim buah dan sorbet yang bahannya jus buah dapat dipergunakan untuk keperluan diet. Makanan penutup dingin sangat menarik perhatian bila dibuat dan disajikan dengan baik dan benar. Es krim merupakan produk yang kaya kalsium dan protein. Hal ini dapat dipahami karena bahan baku utamanya adalah susu. Kalsium dan protein adalah zat gizi yang dibutuhkan segala usia. Oleh sebab itu, es krim dapat dinikmati semua usia. Hanya saja perlu dicermati kandungan zat gizi lain yang terkandung dalam es krim seperti karbohidrat dan lemak.
Dua zat gizi tersebut perlu dibatasi konsumsinya. Bagi penggemar es krim yang sedang diet, pilihlah es krim dengan kandungan lemak dan gula rendah.

1. Macam-Macam Es Krim

Es krim dapat dibedakan berdasarkan komposisi dan kandungannya. Komponen terpenting dari es krim adalah lemak susu dan susu skim. Es krim dapat dikelompokkan dalam tiga kategori yakni ekonomis atau standar, good average atau premium, dan deluxe atau super premium. Perbedaan ketiga jenis tersebut berdasarkan kandungan lemak dan komponen lainnya (lihat Tabel 19.1). Selain itu es krim juga bisa dibedakan berdasar komposisinya. Ada es krim yang disebut milk ice, sherbet dan water ice. Milk ice atau es susu adalah produk yang memiliki lemak dalam jumlah rendah atau sekitar empat persen. Sherbet memiliki kandungan lemak sekitar dua persen. Es krim jenis water ice tak menggunakan lemak susu dan susu skrim melainkan hanya menggunakan jus buah dan gula serta ditambahkan penstabil. Beberapa formula es krim dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

2. Bahan Pembuat Es Krim

Es krim merupakan produk beku yang dibuat terutama dari susu atau produk susu. Syarat dari es krim jenis ini adalah:

• Mengandung lemak susu minimum 10%. Jika digunakan flavor (buah, kacang, coklat) maka kadar lemak produk minimum 8%.
• Mengandung padatan susu minimum 20%. Jika digunakan flavor maka kadar padatan susu produk minimum 16%.
• Stabilizer maksimum 0.5%.
• Mengandung minimum 1.6 lb total padatan per gallon produk atau berat produk minimum 4.5 lb per gallon.
 
Bahan-bahan yang umum digunakan untuk membuat es krim yaitu :
 
a. Susu cair atau susu bubuk
Bahan ini digunakan sebagai sumber padatan susu yaitu protein, laktosa dan lemak. Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai sumber padatan susu antara lain : susu segar (full cream), susu skim, susu bubuk full cream, atau susu bubuk skim. Yang sering digunakan untuk membuat es krim adalah susu bubuk bukan lemak yaitu susu skim (terutama protein dan laktosa). Penggunaan susu skim memberikan keuntungan karena:
1) Dapat diketahui dengan pasti komposisi bahan yang digunakan tanpa melakukan analisis yang lama. Dengan demikian dapat dihitung kebutuhan bahan dengan mudah sesuai dengan formula yang akan digunakan (untuk mencukupi total padatan susu.)
2) Harga susu bubuk skim lebih murah dibandingkan susu bubuk full cream. Jika digunakan susu bubuk skim maka kebutuhan lemak akan disuplai dari bahan lain misalnya krim atau butter oil. Padatan susu berfungsi membentuk "body" atau tekstur es krim disamping menimbulkan rasa Tepung whey merupakan salah satu alternatif yang digunakan untuk mengurangi penggunaan susu skim. Tentunya pertimbangan ini akan berdampak pada biaya. Penggunaan tepung whey juga dibatasi oleh kandungan mineral serta kandungan laktosanya. Tingginya kandungan mineral dan laktosa mengakibatkan produk akan terasa lebih asin. Sedangkan kandungan laktosa yang tinggi akan meninggalkan kesan berpasir ketika dikonsumsi.
 
b. Lemak susu
Biasanya digunakan krim yang berkadar lemak sekitar 20-50% atau butter oil. Krim atau butter oil yang digunakan harus diketahui dengan pasti kadar lemaknya agar dapat dihitung jumlah bahan yang dibutuhkan untuk mencukupi kadar lemak yang dikehendaki sesuai dengan formula. Fungsi lemak untuk memberi tekstur halus, berkontribusi dengan rasa serta memberi efek sinergis pada tambahan flavor yang digunakan.
Disamping itu, penggunakan lemak akan memperindah penampakan. Saat ini, lemak yang berasal dari susu dapat digantikan dengan lemak yang berasal dari tanaman misalnya dari kelapa, palawija atau pun lemak yang diperoleh dari kedelai.

c. Gula
Gula yang sering digunakan untuk membuat es krim adalah gula pasir (sukrosa), HFS (high fructose Syrup) atau kombinasi keduanya.
Gula berfungsi memberikan rasa manis disamping juga turut membentuk body/kekentalan atau tesktur. Banyaknya gula yang digunakan sekitar 15%.
 
d. Stabiliser
Stabilizer digunakan dengan tujuan untuk memperoleh tekstur es krim yang halus yaitu menjaga air di dalam es krim agar tidak membeku benar dan mengurangi kristalisasi es/kristal es yang besar/kasar. Stabiliser yang sering digunakan dalam pembuatan es krim dan frozen dessert lainnya adalah CMC (carboxymethyl cellulose), gelatin, alginat, karagenan, gum arab, dan pektin. Penggunaan stabiliser dalam pembuatan es krim sekitar 0.5%.
 
e. Emulsifier
Emulsifier digunakan untuk memperbaiki tekstur es krim yang merupakan campuran air dan lemak. Dengan emulsifier adonan es krim yang merupakan sistem emulsi minyak dalam air dapat diperbaiki stabilitasnya. Emulsifier yang sering digunakan dalam pembuatan es krim antara lain lesitin (dalam kuning telur) dan monogliserida. Pengguanan emulsifier sekitar 0.1%.
 
f. Pemberi rasa
Rasa pada es krim merupakan kombinasi antara cita rasa dan bau, yang diciptakan untuk memenuhi selera konsumen, sehingga produsen menggunakan perasa (flavor) ditambahkan untuk memperoleh citarasa tertentu. Flavor yang sering digunakan dalam pembuatan es krim antara lain : vanilla, coklat, moca, buah-buahan, dan kacang. Vanila dan coklat dapat langsung ditambahkan dalam adonan es krim.
 
g. Pewarna
Penambahan pewarna dalam pembuatan es krim adalah untuk memperoleh warna tertentu. Pewarna yang ditambahkan harus "food grade". Es krim yang paling banyak digunakan adalah es krim vanilla, coklat, moka, arbei dan es krim buah. Susu dapat dimasak tersendiri, tetapi untuk mendapatkan rasa/selera yang lebih enak dapat dilakukan dengan cara memasak semua bahan secara bersama sampai campuran tersebut mulai mengental dan selanjutnya didinginkan. Hindari perebusan yang berlebihan, karena akan menyebabkan telur bergumpal (matang) jika menggunakan telur.

3. Proses Pembuatan Es Krim

Es krim dapat dibuat dengan tangan/manual dan mesin di rumah tangga. Lima negara yang paling tinggi konsumsi es krim didunia yaitu :
America, New Zealand, Denmark, Australia, Belgium/Luxembourg. Es krim dapat dibuat dengan 3 cara pengolahan yaitu pengolahan dingin, pengolahan panas dan pengolahan gabungan.
 
a. Pengolahan Dingin
Cocok untuk pembuatan es krim sari buah, karena kadar keasaman buah menghambat perkembang biakan kuman, sehingga pemanasan menjadi tidak begitu diperlukan. Bahan yang dipergunakan haruslah bahan yang bebas kuman seperti penggunaan air adalah air mineral atau air yang telah dimasak. Saat pengolahan campuran bahan harus segera dibekukan, jangan menyimpan es krim pada suhu ruang, atau refrigerator.
Buah yang dipakai daging buah atau jus buah. Untuk menambah rasa dapat ditambahkan pasta buah. Pada pembuatan es krim ini harus selalu digunakan alat pengukur gula, karena hasil akhir campuran harus berukuran 18o Be
 
b. Pengolahan Panas
Campuran dasar harus diolah dengan penggunaan panas (pasteurisasi), contoh campuran dasar pada pengolahan panas yaitu susu segar, produk dari susu dan mentega, dan telur. Proses Pasteurisasi tergantung suhu dan waktu, makin rendah suhu pasteurisasi makin lama waktunya (Tabel 11.2). Setelah proses pasteurisasi harus diusahakan agar campuran dasar es krim segera didinginkan hingga 4oC. Campuran dasar es krim ini hanya boleh tersimpan selama 72 jam pada saat sebelum proses pembekuan karena kalau tidak kuman dapat berkembang biak kembali. Penambahan rasa dapat dilakukan saat atau setelah proses pembekuan seperti potongan buah, kismis, cokelat dan lain-lain.

c. Pengolahan Gabungan
Pengolahan ini merupakan gabungan dari pengolahan dingin dan pengolahan panas. Pengolahan ini dilakukan bila sebagian bahan dasar tidak bebas kuman. Hanya bahan tersebut yang dipanaskan. Bahan lainnya dapat dimasukkan tanpa proses pemanasan. Penanganan selanjutnya sama dengan pada pengolahan dingin.

Secara umum pembuatan es krim meliputi persiapan bahan, pencampuran, pasteurisasi untuk pengolahan panas dan pengolahan campuran, homogenisasi, pendinginan, pengisian, serta pengemasan. Untuk mendapatkan produk es krim yang sempurna maka setiap langkah proses harus dilakukan dengan benar dan cermat. Pasteurisasi berguna untuk membunuh bakteri patogen. Homogenisasi berfungsi untuk meningkatkan kekentalan adonan juga agar besar globula lemak seragam dengan tujuan memberikan tekstur yang lembut.
 
Pendinginan berfungsi untuk menghentikan pemanasan berlanjut. Kemudian adonan es krim dialirkan ke bagian pengisian untuk dibentuk sesuai kebutuhan dan dikemas agar lebih menggugah selera.
 
Pembuatan es krim sebenarnya sederhana saja, yakni mencampurkan bahan-bahan dan kemudian mendinginkannya. Air murni pada tekanan 1 atmosfer akan membeku pada suhu 0°C. Namun, bila ke dalam air dilarutkan zat lain, titik beku air akan menurun. Jadi, untuk membekukan adonan es krim pun memerlukan suhu di bawah 0°C. Misalkan adonan es krim dimasukkan dalam wadah logam, kemudian di ruang antara ember kayu dan wadah logam dimasukkan es. Awalnya, suhu es itu akan kurang dari 0°C (coba cek hal ini dengan mengukur suhu es yang keluar dari lemari pendingin). Namun, permukaan es yang berkontak langsung dengan udara akan segera naik suhunya mencapai 0°C dan sebagiannya akan mencair. Suhu campuran es dan air tadi akan tetap 0°C selama esnya belum semuanya mencair. Seperti disebut di atas, jelas campuran es krim tidak membeku pada suhu 0°C akibat sifat koligatif penurunan titik beku.
 
Bila ditaburkan sedikit garam ke campuran es dan air tadi, kita mendapatkan hal yang berbeda. Air lelehan es dengan segera akan melarutkan garam yang kita taburkan. Dengan demikian, kristal es akan terapung di larutan garam. Karena larutan garam akan mempunyai titik beku yang lebih rendah dari 0°C, es akan turun suhunya sampai titik beku air garam tercapai. Dengan kata lain, campuran es krim tadi dikelilingi oleh larutan garam yang temperaturnya lebih rendah dari 0°C sehingga adonan es krim itu akan dapat membeku. Kalau campuran itu hanya dibiarkan saja mendingin tidak akan dihasilkan es krim, melainkan gumpalan padat dan rapat berisi kristalkristal es yang tidak akan enak kalau dimakan. Bila diinginkan es krim yang enak di mulut, selama proses pembekuan tadi adonan harus diguncang-guncang atau dikocok . Pengocokan atau pengadukan campuran selama proses pembekuan merupakan kunci dalam pembuatan es krim yang baik.
 
Proses pengguncangan ini bertujuan ganda. Pertama, untuk mengecilkan ukuran kristal es yang terbentuk; semakin kecil ukuran kristal esnya, semakin lembut es krim yang terbentuk. Kedua, dengan proses ini akan terjadi pencampuran udara ke dalam adonan es krim.

Gelembung-gelembung udara yang tercampur ke dalam adonan inilah yang menghasilkan busa yang seragam (homogen). Metode sederhana pengadukan dan pendinginan secara serempak ini ternyata menimbulkan masalah lain. Krim pada dasarnya terdiri atas globula kecil lemak yang tersuspensi dalam air. Globula-globula ini tidak saling bergabung sebab masing-masing dikelilingi membran protein yang menarik air, dan airnya membuat masing-masing globula tetap menjauh. Pengadukan akan merusak membran protein yang membuat
globula lemak tadi kemudian dapat saling mendekat. Akibatnya, krim akan naik ke permukaan. Hal seperti ini diinginkan bila yang akan dibuat adalah mentega atau minyak, tetapi jelas tidak diinginkan bila yang akan dibuat es krim.

Penyelesaian sederhananya adalah dengan menambahkan emulsifier pada campuran. Molekul emulsifier akan menggantikan membran protein, satu ujung molekulnya akan melarut di air, sedangkan ujung satunya akan melarut di lemak. Lecitin, molekul yang terdapat dalam kuning telur, adalah contoh emulsifier sederhana. Oleh karena itu, salah satu bahan pembuat es krim adalah kuning telur. Selain itu, dapat digunakan mono- atau di-gliserida atau polisorbat yang dapat mendispersikan globula lemak dengan lebih efektif.
Over run adalah jumlah udara yang terkandung di dalam es krim. Over run merupakan selisih volume es krim dengan adonan es krim. Adonan es krim adalah semua bahan es krim yang telah dicampur tetapi belum dimasukan udara ke dalamnya.

Pada proses pembuatan es krim dilakukan pasteurisasi dan homogenisasi dengan tujuan untuk mengurangi ukuran globula-globula yang terbentuk sehingga akan memperluas bidang sentuh antara zatzat yang terdisfersi dengan emulsifier, produk yang dihasilkan tampak halus. Setelah di homogenisasi campuran es krim pada tekanan antara 2000-4000 psi, campuran didinginkan sampai suhu 4.4oC dipertahankan selama 4-24 jam dengan tujuan untuk membuat tekstur halus berkilat dan kekentalannya bertambah. Setelah pendinginan, adonan es krim dibekukan dalam dua tahap. Tahap pertama pembekuan dalam freezer bertujuan untuk mempercepat penurunan suhu, sehingga terbentuk kristal es yang halus dan membantu proses "overrun".

Dalam tahap ini sebagian air akan dibekukan dan sebagian lagi dibekukan di dalam "hardening room". Campuran yang dihasilkan akan berbentuk semi padat dan berpori-pori. Campuran dibekukan kembali di dalam "hardening room" dengan suhu 0-25oF es krim yang dihasilkan akan berbentuk lebih padat dengan kristal-kristal es yang lebih halus.
Beda stabilizer akan beda es krim yang dihasilkan misalnya stabiliser gelatin dengan CMC. Es krim dengan stabilizer gelatin menghasilkan kristal lebih besar, tekstur kasar, aftertaste lengket di langit-langit mulut. Es krim dengan stabilizer CMC menghasilkan kristal lebih kecil, tekstur smooth tidak ada aftertaste yang tidak normal. Waktu leleh gelatin lebih lama dibandingkan dengan CMC. Kristal es yang kasar disebabkan campuran es krim yang terlalu banyak mengandung air dan proses pendinginan yang kurang cepat menyebabkan lebih lama meleleh. Jumlah bahan padat yang terlalu tinggi dapat menyebabkan rasa seperti berpasir.

4. Penyimpanan Es Krim

Bila es krim tidak disimpan dengan baik, sebagian es krim yang mencair akan membentuk kristal es yang lebih kasar/besar dan ketika kembali dimasukkan ke dalam pendingin kristal esnya akan tumbuh membesar. Hal ini akan mengakibatkan teksturnya menjadi semakin kasar dan tidak enak di mulut. Selain itu, sebenarnya pengasaran tekstur ini bisa juga diakibatkan karena laktosa (gula susu) akan mengkristal dari larutan dan sukar melarut kembali. Untuk mengatasi hal ini, bila selesai makan (sebelum menyimpan kembali), dapat ditaburkan sedikit gum atau serbuk selulosa di atas es krim. Serbuk-serbuk itu akan menyerap kuat air yang mencair sehingga pembentukan kristal es yang besar dapat dicegah.

5. Kesalahan Pada Pembutan Es Krim

Beberapa kesalahan, penyebab dan cara penanganan yang sering terjadi pada proses pembutan es krim adalah :
Tabel 19.3 : Kesalahan, sebab dan penanganan produk es krim
 

6. Penyajian/ Menghidangkan Es Krim 

Bagaimanapun higienis, lezat, bergizinya suatu produk makanan kalau penyajiannya tidak tepat dan tidak menarik maka tidak akan menjadi pilihan konsumen. Dengan demikian pada saat penyajiannya es krim dapat dikombinasikan dengan buah (segar, kaleng), koktil buah, dan dengan saus atau dihidangkan begitu saja tampa pendamping. Pengkombinasian yang berbeda akan memberi nama hidangan es krim yang berbeda. Dibawah ini akan disajikan beberapa contoh hidangan es krim.
 

C. SORBETS

Sorbets adalah adonan cair yang dibekukan melalui mesin es krim, terbuat dari bahan dasar sirop gula, anggur putih, liqueur, atau jenis buah-buahan dengan atau tanpa penambahan fresh cream, dihidangkan baik sebagai makanan selingan sebelum penghidangan makanan utama (terutama masakan yang dipanggang) ataupun sebagai makanan penutup. Sorbet merupakan es yang sangat jernih dan disajikan di dalam gelas-gelas khusus. Sorbet disajikan untuk memberikan kesegaran atau untuk merangsang selera. Sorbet juga cocok untuk disajikan dengan salah satu jenis makanan yang dipanggang. Sekarang ini sorbet juga dihidangakan pada acara makan siang sebagai minuman dingin yang disertai makanan ringan. Sorbet dibuat dari bahan-bahan seperti anggur putih, liqueur, atau jus buah. Sorbet buah dalam pembuatannya biasanya ditambah dengan jus buah. Seluruh jenis sorbet rasanya segar dan kurang begitu manis jika dibandingkan dengan es krim. Penyajian sorbet dapat juga dikombinasikan dengan meringue atau krim diatasnya.
Sorbet dibuat dengan kadar sari buah yang tinggi dan kadar gula yang rendah. Dahulu sorbet sering disajikan sebagai hidangan penyegar antara dua hidangan berat, namun sekarang juga disajikan sebagai hidangan penutup. Penggunaan gula pada sorbet memiliki visikositas 22o Be dan menambahkan bahan-bahan lainnya. Beberapa contoh sorbet adalah Frambozen sorbet dan Vienna ice coffee.

Komposisi:
Frambozen 500 gr
Air 125 gr
Buah lemon (sari) 1 buah
Gula 80 gr
Minuman beralkohol frambozen
Cara membuatnya:
• Buahnya dibersihkan (cuci) dan diblender (jangan terlalu halus/agak kasar) dengan air, sari lemon dan gula.
• Dapat juga ditambah sedikit dengan minuman beralkohol frambozen (untuk non Muslim) dan dibekukan.
• Sajikan dalam gelas, dapat juga dengan penambahan minuman anggur, champagne.

D. PARFAIT

Parfait adalah light ice dingin (membeku) tanpa susunan dan selalu dibuat dengan satu macam aroma. Pada awalnya campuran parfait harus selalu dimasukkan kedalam sebuah cetakan silinder yang tinggi sebelum proses pendinginan. Namun sekarang sering dibuat dalam cetakan-cetakan yang berbeda dan dihias dengan krim.

Campuran parfait terdiri atas telur dan sirup gula, kemudian diaduk di tempat yang panas (ditim) dan selanjutnya didinginkan dengan cara mengocok secara konstan. Dapat ditambahkan krim dan aroma.
 
RANGKUMAN

Pada susunan hidangan kontinental, es krim termasuk makanan penutup dingin (frozen dessert). Es krim adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung es krim atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa bahan makanan lain yang diizinkan. Es krim terdiri dari 62 – 68% air, 32 – 38% bahan padat, dan udara.

Es krim yang dikenal saat ini sangat banyak jenis dan variasinya, oleh sebab itu es krim dapat dibedakan berdasarkan komposisi dan kandungannya. Komponen terpenting dari es krim adalah lemak susu dan susu skim. Es krim dapat dikelompokkan dalam tiga kategori yakni ekonomis atau standar, good average atau premium, dan deluxe atau super premium. Perbedaan ketiga jenis tersebut berdasarkan kandungan lemak dan komponen lainnya.

Es krim juga bisa dibedakan berdasar komposisinya. Ada es krim yang disebut milk ice, sherbet dan water ice. Milk ice atau es susu adalah produk yang memiliki lemak dalam jumlah rendah atau sekitar empat persen. Sherbet memiliki kandungan lemak sekitar dua persen. Es krim jenis water ice tak menggunakan lemak susu dan susu skrim melainkan hanya menggunakan jus buah dan gula serta ditambahkan penstabil.

Proses pembuatan es krim ada 3 (tiga) macam yaitu :
1) pengolahan dingin,
2) pengolahan panas, dan
3) pengolahan campuran.
Selain es krim, yang termasuk makanan penutup dingin (frozen dessert) adalah sorbets dan parfait.
 
Sumber :
Digg Technorati Delicious StumbleUpon Reddit BlinkList Furl Mixx Facebook Google Bookmark Yahoo
ma.gnolia squidoo newsvine live netscape tailrank mister-wong blogmarks slashdot spurl

Menjaga Kesehatan Miss / Mrs "V" dengan Yoghurt


Siapa yang tak mendambakan tubuh yang sehat dan wangi? Semua orang pasti mendambakan tubuhnya wangi semerbak bak bunga. Hal ini juga berlaku bagi area intim perempuan atau bagian vagina.

Area intim yang sehat dan wangi tak hanya membahagiakan pasangan, namun juga dapat mendongkrak rasa percaya diri pribadi yang bersangkutan. Banyak cara dilakukan untuk membuat vagina tetap dalam kondisi prima. Ada yang melakukan ratus, mencuci dengan air sirih atau rajin membasuhnya dengan cairan antiseptik. Benarkah langkah itu?

Tunggu dulu, ternyata pemakaian air rebusan daun sirih atau cairan antiseptik untuk vagina perempuan tidak disarankan. Kenapa? Pasalnya keduanya bersifat bakterisid alias mematikan semua mikroba, tanpa memandang itu bakteri baik (flora normal vagina) atau bakteri patogen (bersifat merugikan). Jika hal ini berlangsung terus-menerus, bukan kondisi sehat yang didapatkan area intim kita, tapi malah sebaliknya, bisa terjadi infeksi. Ih, nggak mau kan?

Menurut Dr. Junita Indarti SpOG, dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo/FKUI mengungkapkan infeksi vagina terjadi karena terganggunya keseimbangan ekosistem di area tersebut.

Ekosistem vagina sendiri, lanjut dr. Junita, adalah lingkaran kehidupan yang terdapat pada vagina, dipengaruhi oleh dua unsur utama yaitu estrogen dan bakteri Lactobacillus (bakteri baik). “Jika keseimbangan ekosistem ini terganggu, bakteri Lactobacillus akan mati dan bakteri patogen tumbuh. Mekanisme alami yang ada menjadi terganggu sehingga tubuh rentan terhadap infeksi,” ujar dr. Junita.

Banyak faktor yang menjadi penyebab ketidakseimbangan ekosistem vagina, yaitu kontrasepsi oral, penyakit diabetes mellitus (kencing manis), pemakaian antibiotik, darah haid, cairan mani, penyemprotan cairan ke dalam vagina (douching) dan gangguan hormonal (pubertas, menopause atau kehamilan).

Maka, menjaga keseimbangan ekosistem vagina adalah cara paling alamiah dan efektif dalam merawat kesehatan vagina serta mencegah timbulnya infeksi. Bagaimana caranya? Sebaiknya Anda simak yang ini: Sebuah uji klinis yang dilakukan di poliklinik Sitologi RSCM membuktikan manfaat ekstrak susu bagi kesehatan vagina. Susu? Pernahkah hal itu terlintas di benak Anda?


Ternyata, susu mengandung zat aktif yang diesktrak menjadi asam laktat dan laktoserum yang secara klinis terbukti mengurangi keluhan gatal, rasa terbakar dan keputihan pada vagina. “Penelitian kami terhadap 71 kasus fluor albus (keputihan) dengan keluhan rasa gatal, terbakar dan keputihan menunjukkan pengurangan rasa gatal sebesar 86,1%, pengurangan rasa terbakar 87,5% dan pengurangan keputihan 81,1% setelah pasien dirawat dengan pemberian larutan asam laktat dan laktoserum dua kali sehari selama dua minggu,” papar dr. Junita.
Dari hasil uji klinis disimpulkan bahwa asam laktat dan laktoserum bermanfaat mengurangi keluhan karena keputihan dan menghambat pertumbuhan jamur (kandida) dan dermatofit (kapang).

Jadi bagaimana agar mendapatkan ekstrak susu berupa asam laktat dan laktoserum, apakah harus melakukan fermentasi dulu? wah, tak perlu harus seribet itu. Kalau ingin hasil ‘jadi’ dan tinggal pakai sudah ada Ekstrak Susu Asam Laktat hasil pengolahan Farmasi yang dijual bebas di pasaran.
Itu tadi adalah cara perawatan yang menggunakan Ekstrak Susu Asam Laktat hasil pengolahan Farmasi. Tetapi tahukah Anda, sebenarnya ada asupan yang harganya relative murah yang kasiat dan manfaatnya ternyata dapat meningkatkan nilai kesehatan alat reproduksi dan kacantikan dari diri Anda.  
Yoghurt dengan Segudang Manfaat bagi Alat Reproduksi Wanita 
 
Adalah Yoghurt, makanan asupan yang dibuat dari bahan dasar susu murni yang telah melalui proses fermentasi menggunakan campuran bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Bakteri-bakteri ini menguraikan gula susu (laktosa) menjadi asam laktat. Adanya asam laktat inilah yang menyebabkan yoghurt berasa asam. Proses fermentasi menyebabkan kadar laktosa dalam yoghurt berkurang, sehingga yoghurt aman dikonsumsi oleh yang telah lanjut usia atau yang alergi terhadap susu. 
Berikut ini adalah kasiat dan manfaat Yoghurt bagi “Kesehatan Alat Reproduksi Wanita”

1 Mencegah, mengobati keputihan
2 Menyehatkan Miss/Mrs “V”, menstabilkan pH Miss/Mrs “V”
3 Sumber suplai kalsium selama haid/menstruasi 
4 Dapat melancarkan datang bulan /haid/menstruasi 
5 Membantu meredakan rasa sakit saat haid/menstruasi 
6 Baik bagi ibu hamil, sumber kalsium dan magnesium selama hamil 
7 Memperkuat tulang janin dalam kandungan 
8 Baik bagi ibu menyusui, meningkatkan kualitas dan kuantitas air susu 
9 Kalsium yoghurt 100% organik sehingga dapat diserap tubuh dengan sempurna 
10 Sebagai salah satu sumber kalsium terbaik bagi wanita yang memasuki masa menopause
11 Efektif melawan infeksi jamur Candida albicans dan Candida vaginalis        
Digg Technorati Delicious StumbleUpon Reddit BlinkList Furl Mixx Facebook Google Bookmark Yahoo
ma.gnolia squidoo newsvine live netscape tailrank mister-wong blogmarks slashdot spurl

Susu ; Proses Pembuatan Susu Bubuk

Prinsip pembuatan susu bubuk adalah mengurangi kadar air yang terdapat dalam susu sampai batas tertentu dengan tujuan agar daya simpan susu ini menjadi lebih lama. Pengurangan kadar air berarti pula penurunan aktivitas air dalam susu. Dengan menurunnya nilai Aw (water activity) maka pertumbuhan organisme dapat terhambat.

Standarisasi
Standarisasi adalah salah satu tahap pengolahan susu segar yang bertujuan untuk mendapatkan bahan baku yang baik dan siap diproses. Hal ini dilakukan agar komposisi susu seperti lemak, protein, dan gula sesuai formulasi dan menjaga keseragaman produk.

Pasteurisasi dan Separasi
Pasterurisasi adalah proses untuk membunuh bakteri patogen dalam susu dengan cara pemanasan, sedangkan separasi dalam hal ini bertujuan untuk memisahkan cream dan skim susu serta kotoran yang terkandung dalam susu.

Pengentalan (Evaporasi)
Proses evaporasi bertujuan untuk meningkatkan persentase total solid susu dengan cara menguapkan sebagian kandungan air dalam susu. Penguapan ini dimungkinkan dengan menggunakan steam suhu tinggi.

Pencampuran
Pada proses pencampuran semua bahan baku dan bahan tambahan dicampur menjadi menjadi satu dalam sebuah tanki pencampuran. Susu yang telah dievaporasi dialirkan dari tanki penyimpanan susu evaporasi ke tanki pencampur. Sebelum di alirkan, susu evaporasi dipanaskan pada alat plate heat exchager hingga mencapai suhu 55-60°C.

Homogenisasi
Proses dari homogenisasi menurunkan atau memperkecil ukuran globula lemak menjadi sekitar 2 mikron atau kurang dan meningkatkan area permukaan globula lemak sekitar 6 kali sehingga sistem emulsi lemak susu menjadi stabil.

Pengeringan (drying)
Proses pengeringan merupakan inti dari keseluruhan proses pembuatan susu bubuk, dimana pada proses ini terjadi perubahan bentuk susu dari bentuk cair ke bubuk. Konsentrat susu yang di umpankan ke spray dryer di semprotkan melalui lubang nozzle. Proses terjadinya susu bubuk melalui pengeringan secara semprot ini dilakukan dengan tahap. Tahap pertama adalah penyebaran konsentrat dalam bentuk tetesan-tetesan halus dengan menggunakan nozzle. Tahap kedua adalah dengan menguapkan kandungan air dari partikel yang terbentuk dengan mengalirkan udara panas yang kering.

Pengemasan (filling)
Setelah proses pengeringan, selanjutnya susu bubuk slap untuk dikemas (filling).

Pengujian kualitas susu
Pengujian kualitas susu segar sangat penting dilakukan, hal ini untuk menjaga agar produk susu bubuk yang dihasilkan tetap terjaga baik dan berada pada spesifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan. Beberapa uji yang dapat dilakukan untuk mengetahui kualitas susu
1. Uji organoleptik
2. Uji alkohol
3. Berat jenis
4. Uji pH
5. Uji Resazurin
6. Kadar lemak
7. Uji keasaman
8. Uji temperatur dan titik beku susu
Digg Technorati Delicious StumbleUpon Reddit BlinkList Furl Mixx Facebook Google Bookmark Yahoo
ma.gnolia squidoo newsvine live netscape tailrank mister-wong blogmarks slashdot spurl

Susu ; Jenis dan Bentuk Susu Apa yang Anda Suka ?

Berbicara atau membahas tentang "Bentuk dan Jenis Susu" pasti akan membawa pikiran kita melayang ke sebuah hal yang selalu menjadi "Kebutuhan, Kenikmatan dan Standart Kesehatan" yang menjadi pusat perhatian bagi Laki-laki dan Perempuan, dari semua usia, baik dari Balita, Remaja, Dewasa, sampai Usia Lanjut. Semua sangat menyenangi pembahasan tentang "Bentuk dan Jenis Susu".

Susu adalah sebuah cairan bergizi yang dihasilkan oleh kelenjar susu dari mamalia betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yoghurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia. Semua orang di dunia ini membutuhkan susu untuk menopang kehidupannya. Baik dari bayi sampai orang yang sudah lanjut usia.

Susu mengandung banyak vitamin dan protein. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu. Susu biasanya dikenal sebagai minuman penguat tulang dan gigi karena kandungan kalsium yang dimilikinya. Tetapi, sebenarnya ada banyak kandungan nutrisi yang ada, misalnya fosfor, zinc, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, vitamin B2, asam amino dan asam pantotenat. Tentu kandungan nutrisi ini bermanfaat untuk menunjang kesehatan tubuh Anda. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka. Sedangkan untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos.

Jenis Susu

Jenis-jenis susu yang tersedia di pasaran juga bermacam-macam. Ada istilah-istilah yang dikatakan sebagai zat yang terkandung dalam susu yang mungkin belum Anda ketahui. Beberapa istilah tersebut yaitu:
  • Susu Segar - Dapat berasal dari sapi, kerbau, kuda, kambing,dan domba yang sehat dan tidak bercampur dengan kolestrum. Susu segar yang baik tidak mengandung tambahan air, penyedap/ penambah rasa, dan antibiotik sehingga belum mengalami perubahan warna, bau dan kekentalan. Karena kelembapan di Indonesia yang tinggi menyebabkan susu yang baru diperah tercemari mikroba. Untuk itu, susu harus dipanasi 70-800C selama 5-10 menit (suhu terlalu tinggi dapat menyebabkan elmusi susu pecah); dan harus dikonsumsi sebelum 2 jam di suhu ruangan, atau 12 jam jika disimpan di lemari pendingin.
  • Full Cream - Mengandung 4% lemak dan umumnya banyak mengandung vitamin A dan vitamin D.
  • Low Fat - Susu rendah lemak, karena kandungan lemaknya hanya setengah dari susu full cream.
  • Skim - Susu yang kandungan lemaknya lebih sedikit lagi, kurang dari 1%.
  • Susu Evaporasi - Yaitu susu yang telah diuapkan sebagian airnya sehingga menjadi kental. Mirip dengan susu kental manis, tetepi susu jenis ini rasanya tawar.
  • Susu Pasteurisasi - Susu yang melalui proses pasteurisais (dipanaskan) 65° sampai 80° C selama 15 detik untuk membunuh bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit.
  • Flavoured - Sebenarnya susu full cream atau low fat yang ditambahkan rasa tertentu untuk variasi. Misalnya susu coklat, strawberry, pisang, dan rasa lainnya. Umumnya memiliki kandungan gula yang lebih banyak karena penambahan rasa ini.
  • Calcium Enriched - Susu yang ditambah dengan kandungan kalsium dan kandungan lemaknya telah dikurangi.
  • UHT - Merupakan singkatan dari Ultra-High Temperature-Treated. Susu jenis ini adalah susu yang dipanaskan dalam suhu tinggi (140° C) selama 2 detik yang kemudian langsung dimasukkan dalam karton kedap udara. Susu ini dapat disimpan untuk waktu yang lama.
  • CLA - Susu ini bermanfaat bagi orang yang ingin merampingkan tubuh. Kepanjangan dari CLA adalah Conjugated Linoleic Acid yang akan membantu dalam pembentukan otot dan mempercepat pembakaran lemak.
  • Susu Kental Manis - Susu evaporasi yang sudah ditambahkan gula, dan citarasa tertentu sehingga rasanya lebih enak. Susu ini tidak ditujukan sebagai pola menu sehat, melainkan sebagai bagian dari penyedap makanan. Susu ini mengandung gula yang tinggi yang dapat memperlambat pertumuhan mikroba, sehingga dapat disimpan dalam waktu sampai 2 tahun. Tetapi tidak cocok untuk bayi/ anak-anak kerena mengandung gula tinggi, dan rendah lemak.
  • Buttermilk - Cairan sisa pemrosesan mentega. Susu jenis ini biasanya kental dan bisa langsung diminum atau untuk campuran membuat kue. Jika diberi soda kue, susu ini berfungsi sebagai bahan pengembang.
  • Susu Asam - Susu ini disebut Susu Asam karena rasa asam yang berasal dari proses fermentasi. Fungsinya susu asam sama dengan buttermilk. Kita dapat membuat susu asam ini sendiri dengan cara menambahkan 1 sdm air jeruk lemon/ cuka ke dalam 300 ml susu cair. Aduk selama 10 menit sampai kental. Biasanya susu asam digunakan untuk memberi cita rasa khas pada kue/masakan. Atau dengan tambahan ½ sdt soda kue maka dapat dipakai sebagai bahan pengembang.
  • Yoghurt - Susu yang difermentasikan. Rasanya asam, lebih kental dari susu asam. Untuk masakan, campuran minuman, saus salad, atau marinate.
Bentuk Susu

Bentuk-bentuk susu yang tersedia di pasaran juga bermacam-macam. Ada susu cair, susu bubuk dan susu semi beku.
  • Susu Cair - Susu cair yang banyak dijumpai di pasaran, umumnya adalah susu pasteurisasi dan susu UHT. Kedua jenis susu cair ini telah melalui proses pengawetan untuk memperpanjang umur simpannya. Tapi perlakuan untuk pengawetan tersebut hanya melibatkan panas dan tidak ada zat pengawet, sehingga susu yang telah melalui proses tersebut masih tergolong ‘fresh’. Artinya, nilai gizi susu pasteurisasi maupun susu UHT relatif masih asli. Kalaupun ada penurunan, perbedaannya dengan nilai gizi dari susu cair mentah tidak signifikan.
  • Susu Gel - Yoghurt atau yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yoghurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk susu kacang kedelai. Tetapi produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat, yang berperan dalam merubah protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan bau yang unik pada yoghurt. Adanya asam laktat inilah yang menyebabkan juga yoghurt berasa asam atau kecut. Proses fermentasi menyebabkan kadar laktosa dalam yoghurt berkurang, sehingga yoghurt aman dikonsumsi oleh yang telah lanjut usia atau yang alergi terhadap susu.
  • Susu Bubuk - Susu Powder - karena sudah melalui tahapan proses yang cukup panjang, antara lain evaporasi, homogenisasi dan pengeringan (spray drying atau freeze drying) -, memiliki daya simpan yang jauh lebih lama dari susu cair, bahkan bisa mencapai 1 tahun, dan tidak perlu disimpan dalam lemari es.
  • Susu Frozen - adalah Yoghurt yang telah ditambah dengan zat stabilizer dan diolah melalui proses evaporasi tambahan di dalam mesin khusus yang bernama mesin frozen yoghurt. Hasil olahan dari mesin frozen yoghurt ini akan keluar bentuk yoghurt yang semi beku. Dengan bentuk yang semi beku ini maka frozen yoghurt ini jadi mudah untuk disuguhkan dengan bentuk yang menggemaskan dan dapat didressing dengan segala macam topping baik berupa potongan buah segar, siraman jam/selai aneka rasa buah ataupun taburan topping lainnya.
Bentuk dan jenis susu yang manakah yang menjadi kesukaan Anda ? Jawabannya terserah selera Anda, tapi sebelum memilih harus juga mempertimbangkan isi kandungan dan juga manfaatnya bagi kesehatan Anda.
Digg Technorati Delicious StumbleUpon Reddit BlinkList Furl Mixx Facebook Google Bookmark Yahoo
ma.gnolia squidoo newsvine live netscape tailrank mister-wong blogmarks slashdot spurl

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP